Arsip

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Sebagian orang malas membaca Al Quran padahal di dalam terdapat petunjuk untuk hidup di dunia.
Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca Al Quran padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar.
Sebagian orang merasa tidak sanggup belajar Al Quran karena sulit katanya, padahal membacanya sangat mudah dan sangat mendatangkan kebaikan. Mari perhatikan hal-hal berikut:

Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi

{ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺘْﻠُﻮﻥَ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺃَﻗَﺎﻣُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺳِﺮًّﺍ ﻭَﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﺗِﺠَﺎﺭَﺓً ﻟَﻦْ ﺗَﺒُﻮﺭَ ‏( 29 ‏) ﻟِﻴُﻮَﻓِّﻴَﻬُﻢْ ﺃُﺟُﻮﺭَﻫُﻢْ ﻭَﻳَﺰِﻳﺪَﻫُﻢْ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺷَﻜُﻮﺭٌ ‏( 30 )}

“ Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. ” (QS. Fathir: 29-30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
ﻗﺎﻝ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻛﺎﻥ ﻣُﻄَﺮﻑ، ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﺇﺫﺍ ﻗﺮﺃ ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻳﻘﻮﻝ : ﻫﺬﻩ ﺁﻳﺔ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀ .
“Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).
Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah berkata,
ﺃﻱ : ﻳﺴﺘﻤﺮّﻭﻥ ﻋﻠﻰ ﺗﻼﻭﺗﻪ ، ﻭﻳﺪﺍﻭﻣﻮﻧﻬﺎ .
“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir ).

Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran?
1. Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦَ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺣَﺮْﻓًﺎ ﻣِﻦْ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﻪُ ﺑِﻪِ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻭَﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﺑِﻌَﺸْﺮِ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﻻَ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﺍﻟﻢ ﺣﺮْﻑٌ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺃَﻟِﻒٌ ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻻَﻡٌ ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻣِﻴﻢٌ ﺣَﺮْﻑٌ ».“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan ﺍﻟﻢ satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf. ” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469) ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ : ﺗَﻌَﻠَّﻤُﻮﺍ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ، ﻓَﺈِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺆْﺟَﺮُﻭﻥَ ﺑِﺘِﻼَﻭَﺗِﻪِ ﺑِﻜُﻞِّ ﺣَﺮْﻑٍ ﻋَﺸْﺮَ ﺣَﺴَﻨَﺎﺕٍ ، ﺃَﻣَﺎ ﺇِﻧِّﻰ ﻻَ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﺏِ ﺍﻟﻢ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺑِﺄَﻟِﻒٍ ﻭَﻻَﻡٍ ﻭَﻣِﻴﻢٍ ﺑِﻜُﻞِّ ﺣَﺮْﻑٍ ﻋَﺸْﺮُ ﺣَﺴَﻨَﺎﺕٍ.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “ Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk ﺍﻟﻢ , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan. ” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).
Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘ Aja m (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak.

2. Kebaikan akan menghapuskan kesalahan.{ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ﻳُﺬْﻫِﺒْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ { ‏[ ﻫﻮﺩ : 114 ]“ Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. ” (QS. Hud: 114)

3. Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah. ﻋﻦْ ﺗَﻤِﻴﻢٍ ﺍﻟﺪَّﺍﺭِﻯِّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺑِﻤِﺎﺋَﺔِ ﺁﻳَﺔٍ ﻓِﻰ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﻗُﻨُﻮﺕُ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ »“Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam. ” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab
Shahih Al Jami’ , no. 6468).

4. Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di dalam shalat. ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﺃَﻳُﺤِﺐُّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺟَﻊَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻪِ ﺃَﻥْ ﻳَﺠِﺪَ ﻓِﻴﻪِ ﺛَﻼَﺙَ ﺧَﻠِﻔَﺎﺕٍ ﻋِﻈَﺎﻡٍ ﺳِﻤَﺎﻥٍ ﻗُﻠْﻨَﺎ ﻧَﻌَﻢْ . ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻓَﺜَﻼَﺙُ ﺁﻳَﺎﺕٍ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺑِﻬِﻦَّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓِﻰ ﺻَﻼَﺗِﻪِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺛَﻼَﺙِ ﺧَﻠِﻔَﺎﺕٍ ﻋِﻈَﺎﻡٍ ﺳِﻤَﺎﻥٍ“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar. ” (HR. Muslim).

Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan

ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﺍﻟْﻤَﺎﻫِﺮُ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮَﺓِ ﺍﻟْﻜِﺮَﺍﻡِ ﺍﻟْﺒَﺮَﺭَﺓِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻳَﺘَﺘَﻌْﺘَﻊُ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺷَﺎﻕٌّ ﻟَﻪُ ﺃَﺟْﺮَﺍﻥِ ».
“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at

ﻋَﻦْ ﺃَﺑﻲ ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺎﻫِﻠِﻰُّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳَﻘُﻮﻝُ ‏« ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺄْﺗِﻰ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺷَﻔِﻴﻌًﺎ ﻷَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ …
“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya ” (HR. Muslim).
Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang memotivasi seseorang untuk memperbanyak bacaan Al Quran terutama di bulan membaca Al Quran.
Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil keutamaan dari membaca Al Quran bukan untuk menyebutkan seluruh keutamaannya.
Dan ternyata generasi yang diridhai Allah itu, adalah mereka orang-orang yang giat dan semangat membaca Al Quran bahkan mereka mempunyai jadwal tersendiri untuk baca Al Quran.
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻣُﻮﺳَﻰ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﺇِﻧِّﻰ ﻷَﻋْﺮِﻑُ ﺃَﺻْﻮَﺍﺕَ ﺭُﻓْﻘَﺔِ ﺍﻷَﺷْﻌَﺮِﻳِّﻴﻦَ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺃَﻋْﺮِﻑُ ﻣَﻨَﺎﺯِﻟَﻬُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﻮَﺍﺗِﻬِﻢْ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖُ ﻟَﻢْ ﺃَﺭَ ﻣَﻨَﺎﺯِﻟَﻬُﻢْ ﺣِﻴﻦَ ﻧَﺰَﻟُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ …».
“Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan Al Quran, jika mereka memasuki waktu malam dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca Al Quran pada waktu malam, meskipun sebenarnya aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika mereka berdiam (disana) pada siang hari… ” (HR. Muslim).
MasyaAllah, coba kita bandingkan dengan diri kita apakah yang kita pegang ketika malam hari, sebagian ada yang memegang remote televisi menonton program-program yang terkadang bukan hanya tidak bermanfaat tetapi mengandung dosa dan maksiat, apalagi di dalam bulan Ramadhan.
Dan jikalau riwayat di bawah ini shahih tentunya juga akan menjadi dalil penguat, bahwa kebiasan generasi yang diridhai Allah yaitu para shahabat radhiyallahu ‘anhum ketika malam hari senantiasa mereka membaca Al Quran. Tetapi riwayat di bawah ini sebagian ulama hadits ada yang melemahkannya.
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﻌْﺐٌ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﻧَﺠِﺪُ ﻣَﻜْﺘُﻮﺑﺎً : ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻻَ ﻓَﻆٌّ ﻭَﻻَ ﻏَﻠِﻴﻆٌ ، ﻭَﻻَ ﺻَﺨَّﺎﺏٌ ﺑِﺎﻷَﺳْﻮَﺍﻕِ ، ﻭَﻻَ ﻳَﺠْﺰِﻯ ﺑِﺎﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ، ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻌْﻔُﻮ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ، ﻭَﺃُﻣَّﺘُﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤَّﺎﺩُﻭﻥَ ، ﻳُﻜَﺒِّﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻧَﺠْﺪٍ ، ﻭَﻳَﺤْﻤَﺪُﻭﻧَﻪُ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﻣَﻨْﺰِﻟَﺔٍ ، ﻳَﺘَﺄَﺯَّﺭُﻭﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﺼَﺎﻓِﻬِﻢْ ، ﻭَﻳَﺘَﻮَﺿَّﺌُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻃْﺮَﺍﻓِﻬِﻢْ ، ﻣُﻨَﺎﺩِﻳﻬِﻢْ ﻳُﻨَﺎﺩِﻯ ﻓِﻰ ﺟَﻮِّ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ، ﺻَﻔُّﻬُﻢْ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻘِﺘَﺎﻝِ ﻭَﺻَﻔُّﻬُﻢْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺳَﻮَﺍﺀٌ ، ﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺩَﻭِﻯٌّ ﻛَﺪَﻭِﻯِّ ﺍﻟﻨَّﺤْﻞِ ، ﻣَﻮْﻟِﺪُﻩُ ﺑِﻤَﻜَّﺔَ ، ﻭَﻣُﻬَﺎﺟِﺮُﻩُ ﺑِﻄَﻴْﺒَﺔَ ، ﻭَﻣُﻠْﻜُﻪُ ﺑِﺎﻟﺸَّﺎﻡِ .
“Abu Shalih berkata: “Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kami dapati tertulis (di dalam kitab suci lain): “Muhammad adalah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, tidak kasar, tidak pemarah, tidak berteriak di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan akan tetapi memaafkan dan mengampuni, dan umat (para shahabat)nya adalah orang-orang yang selalu memuji Allah, membesarkan Allah ‘Azza wa Jalla atas setiap perkara, memuji-Nya pada setiap kedudukan, batas pakaian mereka pada setengah betis mereka, berwudhu sampai ujung-ujung anggota tubuh mereka, yang mengumandangkan adzan mengumandangkan di tempat atas, shaf mereka di dalam pertempuran dan di dalam shalat sama (ratanya), mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam, tempat kelahiran beliau adalah Mekkah, tempat hijranya adalah Thayyibah (Madinah) dan kerajaannya di Syam.”
Maksud dari “ mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam ” adalah:
ﺃﻱ ﺻﻮﺕ ﺧﻔﻲ ﺑﺎﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻭﺍﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻭﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻛﺪﻭﻱ ﺍﻟﻨﺤﻞ
“Suara yang lirih berupa ucapan tasbih (Subhanallah), tahlil (Laa Ilaaha Illallah), dan bacaan Al Quran seperti dengungannya lebah”. (Lihat kitab Mirqat Al Mafatih Syarh Misykat Al Mashabih).

Salah satu ibadah paling agung adalah membaca Al Quran

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ : ﺿَﻤِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻤَﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺃَﻥْ ﻻَ ﻳَﻀِﻞَّ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ، ﻭَﻻَ ﻳَﺸْﻘَﻰ ﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻼَ } ﻓَﻤَﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﻫُﺪَﺍﻱَ ﻓَﻼَ ﻳَﻀِﻞُّ ﻭَﻻَ ﻳَﺸْﻘَﻰ }.
“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat:
{ ﻓَﻤَﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﻫُﺪَﺍﻱَ ﻓَﻼَ ﻳَﻀِﻞُّ ﻭَﻻَ ﻳَﺸْﻘَﻰ }
“Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123) (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).
ﻋَﻦْ ﺧَﺒَّﺎﺏِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺄَﺭَﺕِّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺗَﻘَﺮَّﺏْ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖَ، ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﺗَﺘَﻘَﺮَّﺏَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﻛَﻠَﺎﻣِﻪِ “.
“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﺃﻧﻪ ﻗَﺎﻝَ : ” ﻣَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﻠَﻢَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ، ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ “.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).
ﻭﻗﺎﻝ ﻭﻫﻴﺐ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : “ ﻧﻈﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻋﻆ ﻓﻠﻢ ﻧﺠﺪ ﺷﻴﺌًﺎ ﺃﺭﻕ ﻟﻠﻘﻠﻮﺏ ﻭﻻ ﺃﺷﺪ ﺍﺳﺘﺠﻼﺑًﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺗﻔﻬﻤﻪ ﻭﺗﺪﺑﺮﻩ ”.
“Berkata Wuhaib rahimahullah : “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan mentadabburinya”.

Iklan

Belajar

SAYA BELAJAR, bahwa dalam hidup ini saya harus selalu optimis dengan mengharap pertolonganNya dan tidak akan pernah putus asa dari rahmatNya,,, SAYA BELAJAR, bahwa tidak ada yang sulit bagi orang yang bertakwa karena Allah selalu memberi jalan keluar kepadanya dan memudahkan semua yang sulit,,,,SAYA BELAJAR,,,

Salam santun berbalut mahabbah

MUHASABAH DIRI

​Bismillah,,,,,Setiap daun kering pasti terlepas dari tangkai bersama takdir Allah. Untuk itu kami resapi Al-Ghazali bahwa ,tak ada yang lebih baik daripada yang telah ditakdirkan Allah. Oleh sebab itu kami rela mesti tak mengerti,,,Karena yang terindah adalah rahasia ,,, ^_^

Wa Kafaa Billahi Syahidaa

Perhatikanlah hari ini,,,Apa yang dapat kita syukuri? Ternyata masih ada hembusan nafas mengalir dalam diri. Masih ada jiwa yang tertanam di diri. Tiada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada kejujurannya terhadap Rabbnya dalam segala urusan, apapun itu. Lakukan apapun di hari ini dengan kejujuran,,, Dengan penuh kesyukuran. Maka, kebahagiaan seseorang berada pada kejujuran tekadnya dan kejujuran amalnya di hadapan Tuhan. Kejujuran tekad berarti kemantapan dan kekokohannya, tiada kebimbangan padanya. Bahkan tekad yang tidak tercampuri oleh kebimbangan. Kalau tekad telah benar-benar jujur, maka tinggal kejujuran amal. Yaitu mencurahkan segenap kemampuan dan mengerahkan segala kesungguh-sungguhan padaNya semata,,

Sebab kejujuran tekad akan mencegah kita dari melemahnya keinginan. Sedangkan kejujuran amal akan mencegah kita dari rasa malas dan jenuh dalam beraktivitas harian. Maka, bagi siapa yang jujur terhadap Alloh dalam apapun urusannya, Alloh akan berbuat untuknya lebih dari apa yang Alloh akan perbuat untuk selainnya. Subhanalloh. luarr biasa!

‘Alloh cukup sebagai penjamin.’ Wa kafaa billahi syahidaa. ‘Cukup Allah sebagai saksi.’ Segala yang kita perjuangkan di hari ini, segenap usaha yang kita kerahkan demi menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Demi Alloh, Dialah yang menyaksikan dan takkan luput dari penilaianNya sama sekali.

Oleh karena itu, untuk membuka pintu rezeki, kemuliaan dan kelapangan hidup ucapkanlah

“Hasbiyallahu wani’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashir,,,

Wakafa billahi waliyya,,,

wakafa billahi syahida,,,

wakafa billahi wakiila,,,

wakafa billahi nashiraa,,,

(Cukup Allah bagiku, Dia sebaik baik pelindung, sebaik baik pemimpin dan sebaik baik penolong. Cukup Allah sebagai pemimpin,,,

cukup Allah sebagai saksi,,,

cukup Allah sebagai pelindung,,,

cukup Allah sebagai penolong,,,

Berharap, semoga kita semua mendapat rahmat dan karunia dari Alla h, mendapat kelapangan hidup, dan terpenuhi semua hajat serta kebutuhan. Terpelihara dari fitnah dan kejahatan orang yang dengki lalu terpelihara dari kefakiran, kemiskinan dan kesempitan hidup.,,,Aamiin

Kalimat THOYYIBAH

Ta’awwudz

ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﺍﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ

Aku berlindung kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk

Basmalah

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ

Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Syahadatain

ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥْ ﻻَﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ

ﻭَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺍَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪ

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh

dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh

Tasbih

ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪ

Maha Suci Alloh

Tahmid / Hamdalah

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ِﻟﻠﻪ

Segala puji hanya milik Alloh

Takbir

ﺍَﻟﻠﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮ

Alloh Maha Besar

Tahlil

ﻻَﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻻَّﺍﻟﻠﻪ

Tiada Tuhan selain Alloh

Istighfar

ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﺍﻟﻠﻪ

Aku mohon ampunanmu Ya Alloh

Insya Alloh

ﺍِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪ

Apabila Alloh menghendaki

Masya Alloh

ﻣَﺎﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪ

Semua ini kehendak Alloh

Hauqolah

ﻻَﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَﻗُﻮَّﺓَ ﺍِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠﻪ

Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh

Istirja’

ﺇِ ﻧَّﺎﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺇِ ﻧَّﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺭَﺍﺟِﻌُﻮْﻥ

Sesungguhnya kita milik Alloh dan hanya kepada Alloh kita akan kembali

Talbiyah ;

ﻟَﺒَّﻴْﻚَ ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﻟﺒﻴﻚ

ﻟﺒﻴﻚ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻚَ ﻟﺒﻴﻚ

ﺇﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَﻭَﺍﻟﻨِّﻌْﻤَﺔَ ﻟَﻚَ

ﻭَﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻚَ

Iya Ya Alloh (kupenuhi panggilanMu)

iya ya Alloh tiada sekutu bagiMu

sesungguhnya segala puji hanya milikMu

juga seluruh kerajaan, tiada sekutu yang menyamaiMu

Salam

ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺑَﺮَﻛﺎَﺗُﻪُ

Jawaban:

ﻭَﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍَﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺑَﺮَﻛﺎَﺗُﻪُ

Proses terjadinya Alam semesta menurut ilmu sains dan Al Qur’an

Alam semesta adalah suatu hamparan atau ruangan yang sangat luas yang tak di ketahui atau tak dapat di bayangkan luasnya. alam semesta diduga bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai serta terdiri atas galaksi-galaksi atau siste bintang yang jumlahnya ribuan.

Bumi adalah salah satu bagian dari alam semesta ini. maka tak heran terciptanya bumi ini berhubungan erat dengan terbentuknya alam semesta.

berikut adalah teori” yang menjelaskan tentang terbentuknya alam semesta menurut ilmu sains ( para ahli sains) dan menurut Al- Qur’an.

beberapa teori para ahli :

Teori Ledakan Besar

Enstein adalah orang yang mempopulerkan teori ini.teori ini didasarkan pada penelitian yang ditemukan bahwa alam semesta ini mengembang,seluruh planet dan bintang terus bergerak saling menjauhi seolah-olah berasal dari satu tempat yang sama.

pada tahun 1915 Enstein menyempurnakan teorinya tentang relativitas,yang kemudian ia terapkan dalam pendistribusian zat di ruang angkasa.kemudian tahun 1917 ada massa bahan yang hampir seragam dimana keseimbanganya tak menentu antara kekuatan gravitasi dan kekuatan dorong kosmis lain yang tak dikenal.semua ini kemudian dapat dipecahkan pada tahun 1922 oleh ahli fisika dari rusia.ia mengatakan bahwa kekuatan tolak tak berpengaruh,bahkan seluruh alam semesta terus mengembang dan bergerak saling menjauhi dengan keceptan tinggi.

Teori kant – Laplace

sejak jaman sebelum masehi,para ahli telah banyak berfikir dan menganalisis tentang gejala” yang terjdi di alam.mulai abad 18 para ahli telah memikirkan tentang proses terjadinya bumi. salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796) yang keudian terkenal dengan teori Kant – Laplace. dalam teori ini dekemukakan bahwa alam semesta terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut ( nebula ). gaya tarik menarik antar gas ini kemudian membentuk kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, kabut bagian katulistiwa terlempar memisah dan memadat ( karena pendinginan ). bagian inilah yang membentuk planet” di alam semseta.

Dari beberapa teori para ahli di atas kemudian para ahli astronomi terus berusaha memecahkan teori terbentuknya alam semesta. hingga pada era modern ini para ahli astronomi baik dari segi pengamatan maupun teori dengan jelas mengungkapkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa ‘gumpalan asap’  (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan ‘gumpalan asap’ semacam itu.

Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari ‘asap’ yang menjadi asal kejadian alam semesta. (The Space Atlas, Heather dan Henbest, hal. 50)

Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut. (Horizons, Exploring the Universe , Seeds, gambar 9, dari Association of Universities for Research in Astronomy, Inc.)

Jauh sebelum para ahli dapat menemukan teori tersebut, Allah telah memberi tau manusia tentang kejadian terbentuknaya alam semesta melalui ayat-ayatnya yang di muat dalam Al Qur’an.

Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi ‘asap’ semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur’an:

ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺘَﻮَﻯٰ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﻫِﻲَ ﺩُﺧَﺎﻥٌ

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap ,… (Al Fushshiilat, 41: 11)

Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari ‘gumpalan asap’ yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari ‘asap’ yang homogen ini. Allah telah berfirman:

ﺃَﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺮَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻛَﺎﻧَﺘَﺎ ﺭَﺗْﻘًﺎ ﻓَﻔَﺘَﻘْﻨَﺎﻫُﻤَﺎ

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu , kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)

Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman. Ia berkata: “Jika menilik tempat asal Muhammad… Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya.” Ia juga berkata: “Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu.”

Jadi bagaimana menurut anda, masih hebat para ahli atau Al Qur’an,,,,???! 🙂

Isim

Tanda-tanda Isim (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)

 

Pelajaran Keenam (اَلدَّرْسُ السَّادِسُ)

Tanda-tanda Isim (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)

Alhamdulillah, Pembaca Qonitah yang semoga dijaga oleh Allahl, pada edisi kali ini kita memasuki pembahasan baru. Setelah menyelesaikan pembahasan isim isyarah pada edisi-edisi sebelumnya, kita akan membahas tanda-tanda isim. Sebelumnya, kita perlu mengetahui pembagian kata dalam bahasa Arab.

Kata (الْكَلِمَةُ) dalam bahasa Arab terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Isim (اِسْمٌ).
  2. Fi’il (فِعْلٌ).

Fi’il adalah kata kerja yang menunjukkan suatu kejadian pada salah satu waktu dari tiga waktu tertentu, yaitu masa lampau (الْمَاضِي), masa sekarang (الْحَالُ), atau masa yang akan datang (الْاِسْتِقْبَالُ).

Contoh: خَرَجَ (keluar), دَخَلَ (masuk), dan lain-lain.

Akan datang penjelasannya pada edisi-edisi mendatang, insya Allah.

  1. Huruf(حَرْفٌ).

Huruf adalah kata yang tidak mempunyai arti kecuali setelah bersambung dengan kata lain, baik dengan isim maupun fi’il, sehingga memberikan arti pada isim atau fi’il tersebut.

Contoh: هَلْ, فِيْ, لَمْ, dan lain-lain.

Sebagaimana telah kita ketahui, isim sering kali diterjemahkan sebagai kata benda. Sebenarnya, cakupan isim lebih luas. Dalam bahasa Arab, isim mencakup kata benda, kata sifat, keterangan waktu, keterangan tempat, dan sebagainya.

Contoh isim yang berupa kata benda telah kami jelaskan pada edisi-edisi sebelumnya, seperti كِتَابٌ (buku), بَيْتٌ (rumah).

Contoh isim yang berupa kata sifat adalah كَبِيْرٌ (besar), نَظِيْفٌ (bersih).

Contoh isim yang berupa keterangan waktu adalah صَبَاحًا (pagi), مَسَاءً (sore).

Yang berupa keterangan tempat adalah أَمَامَ (di depan), خَلْفَ (di belakang), dan sebagainya.

Kesimpulannya, isim adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan arti kata itu sendiri dan tidak terkait dengan waktu. Demikian para ahli nahwu mendefinisikan isim.

Kata كِتَابٌ menunjukkan kata benda “buku”, sedangkan نَظِيْفٌ menunjukkan kata sifat “bersih”. Kedua kata ini tidak terkait dengan waktu kejadian. Dengan pengertian inilah isim terbedakan dengan kedua saudaranya, yaitu fi’il dan huruf.

Isim menunjukkan arti pada dirinya sendiri, sedangkan huruf baru memiliki arti setelah bergabung dengan kata yang lain. Isim juga tidak berkaitan dengan waktu, sedangkan fi’il terkait dengan waktu sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Tanda-tanda Isim (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)

            Isim dapat dikenali dengan tanda-tanda sebagai berikut.

  • Bisa menerima tanwin (ـًـ ـٍـ ـٌـ), seperti قَلَمٌ, بَيْتٌ, رَجُلٌ.
  • Bisa menerimajar (kasrah atau pengganti kasrah), seperti pada kalimat بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ .

Keterangan:

  • Kata-kata (اسْمِ), (اللهِ), (الرَّحْمنِ), (الرَّحِيْمِ) semuanya berharakat akhirkasrah.
  • Jar/khafdhadalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan kasrah atau pengganti kasrah, yang akan dijelaskan pada pembahasan masalah i’rab (perubahan akhir suatu kata), insya Allah.
  • Bisa dimasuki/didahului hurufjar (huruf yang menyebabkan suatu isim berharakat akhir kasrahatau pengganti kasrah). Huruf-huruf jar itu di antaranya (البَاءُ), (مِنْ), (إِلىَ), (عَلَى), (فِي), dan lain-lain.

Contoh:

Keterangan:

Kata-kata di atas, yaitu (زَيْدٍ), (اْلَبيْتِ), (اْلمَسْجِدِ), (الْمَكْتَبِ), ( الْحَمَّامِ), semuanya berharakat akhir kasrah(ــِـ) karena didahului oleh huruf-huruf jar.

  • Bisa dimasuki/didahului hurufnida’ (panggilan).

Contoh:

Keterangan:

Kata (مُحَمَّدُ) dan (رَجُلُ) tidak bertanwin karena berkaitan dengan salah satu hukum isim yang terletak di belakang huruf nida’. Akan datang penjelasannya pada pelajaran-pelajaran selanjutnya,insya Allah.

  • Bisa disambung/disandarkan denganisim lain yang diakhiri jar (kasrah atau pengganti kasrah)pada isim

Contoh:

Keterangan:

  • Kata-kata (مُحَمَّدٍ), (الْمُدِيْرِ), dan (الْمَسْجِدِ) semuanya berharakat akhirkasrah.
  • Pada contoh (سَيَّارَةُ الْمُدِيْرِ), (سَيَّارَةُ) disebutmudhaf dan (الْمُدِيْرِ) disebut mudhaf ilaihi. Demikian pula pada contoh lainnya. Akan datang penjelasannya pada pelajaran-pelajaran berikutnya,insya Allah.
  • Bisa menerima hurufalif lam (ال).

Contoh:

Keterangan:

  • Setelahisim menerima alif lam (ال), tanwin (ــٌـ) pada isim dihilangkan dan diganti dengan harakat biasa, yaitu dhammah (ــُـ), seperti pada contoh-contoh di
  • Sebelum menerimaalif lam (ال), isim disebut isim nakirah (umum/tidak tertentu), sedangkan setelah menerima alif lam (ال), disebut isim ma’rifah (sudah dikenal/tertentu).
  • Alif lam (ال) yang masuk kepadaisim terbagi menjadi dua: alif lam syamsiyah (الشَّمْسِيَّةُ) dan alif lam qamariyah (الْقَمَرِيَّةُ).
  • (الشَّمْسِيَّةُ) adalahalif lam yang apabila masuk pada isim-isim yang dimulai dengan huruf-huruf tertentu, alif lam tersebut tidak terbacatetapi melebur dengan huruf tersebut. Contoh: (الشَّمْسُ).
  • (الْقَمَرِيَّةُ) adalahalif lam yang apabila masuk pada isim-isim yang dimulai dengan huruf-huruf tertentu pula, alif lam tersebut tetap terbaca. Contoh: (الْقَمَرُ).

Berikut perincian huruf-huruf الْقَمَرِيَّةُ dan huruf الشَّمْسِيَّةُ beserta contohnya.

Alhamdulillah, Pembaca—rahimakumullah, dari pembahasan di atas kita telah mengenal tanda-tanda isim. Apabila suatu kata menerima satu tanda saja dari tanda-tanda tersebut, bisa dikatakan bahwa kata tersebut adalah isim.

Ringkasan:

  • Kata (الْكَلِمَةُ) dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga (3), yaituisim (اِسْمٌ), fi’il (فِعْلٌ), dan huruf(حَرْفٌ).
  • Isimdapat dikenali dengan tanda-tanda:
  • Bisa menerima tanwin: قَلَمٌ, بَيْتٌ, رَجُلٌ
  • Bisa menerimajar: (بِسْمِ اللهِ الَّرَحْمنِ الَّرَحِيْمِ)
  • Bisa dimasuki/didahului dengan hurufjar: عَلَى اْلمَكْتَبِ, اِلىَ اْلمَسْجِدِ, مِنَ اْلبَيْتِ
  • Bisa dimasuki/didahului dengan hurufnida’ (panggilan) : يَا رَجُلُ, يَا مُحَمَّدُ
  • Bisa disambung/disandarkan denganisim yang lain: قَلَمُ مُحَمَّدٍ,الْمُدِيْرِ سَيَارَةُ
  • Bisa menerimaalif lam (ال) : الْقَلَمُ, الْبَيْتُ, الرَّجُلُ
  • Alif lam (ال) yang masuk padaisim terbagi menjadi dua: alif lam syamsiyah (الشَّمْسِيَّةُ) dan alif lam qamariyah (الْقَمَرِيَّةُ).

Kantong Kosakataku

Alhamdulillah, Pembaca, kita mulai mengenal kata-kata baru dari ketiga jenis kata dalam pelajaran kali ini. Rajin-rajinlah dan teruslah bersemangat menuntut ilmu!

Latihan (تَمْرِيْنٌ)

Tentukanlah isim pada kalimat-kalimat berikut ini dengan menyebutkan tandanya, barakallahu fikum!

الْحَمْدُ لِلهِ، وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ