Arsip

Resensi

Gambar

Assalamu’alaikum wr wb,,,,

Alhamdulillah,,, akhirya beres juga bacanya, dan  juga menemukan semacam suatu kenikmatan yg luar biasa dalam jiwa saya,,, lalu merintih “kuatkan jiwa ini” sampai kpd ‘ainul yaqin,,, amien

Judul buku                         : Manhaj Bernegara dalam Haji
Penulis                              : Muhammad Rasuli Jamil

Penerbit                            : Media Madani

Peresensi                          : Purwanto

 “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan-Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan” (Q.S, at-Taubah, 9: 29).

Iman, Hijrah dan Jihad dalam ayat di atas adalah Tiga Marhalah yang bisa berarti masa/periode, tahap, dan metode yang terdapat dalam Sirah Nabawi Muhammad (shallallahu ‘alaihi wasallam); yang menghantarkannya hingga sampai pada tahap membina dan mempertahankan Negara Madinah al-Munawwarah.

Tiga Marhalah (3M) tersebut juga dijumpai dalam sirah para Nabi dan Rasul-Allah sebelum Nabi Muhammad yang tampak dengan jelas dalam risalah Nabi Ibrahim (‘alaihis salam) sebagai Millah Ibrahim yang Hanif. Diantara rangkaian ibadah dalam Manasik Haji adalah berupa ‘napak-tilas’ perjalanan risalah Nabi Ibrahim sebagai jalan yang diridhai Allah dalam menempuh kehidupan dunia menuju akhirat. Buku ini menyingkap tiga marhalah itu sebagai metode bernegara dalam Islam yang terkandung dalam ibadah haji.

Dari kajian lebih lanjut, ditemukan benang merah yang menghubungkan 3M dalam proses perjalanan Islam bernegara di Indonesia, yang diwakili dan direpresentasikan oleh kehadiran serta kiprah tiga tokoh yang menjadi pelopor dalam setiap marhalahnya, yaitu: Haji Samanhudi, Haji Omar Said (HOS) Cokroaminoto, dan Sekarmaji Marijan (SM) Kartosuwiryo.

Apakah 3M tersebut dapat dijadikan sebagai metode bernegara, metode sejarah, metode berdakwah, dan metode analisa yang berkaitan dengan politik Islam atau Islam bernegara? Tema inilah yang menjadi inti kesimpulan dalam buku ini, untuk menjadi bahan kajian lebih lanjut sebagai bagian dari upaya menjalankan Syari’at Islam yang rahmatan lil ’alamin (rahmat bagi sekalian alam).

Bab.1  MILAH NABI IBRAHIM DAN IBADAH HAJI

Sesungguhnya pada meraka itu (Ibrahim dan umatnya) ada tauladan yang baik bagimu;yaitu)bagi orang orang yang mengharap pahala Allah dan keselamatan pada hari kemudian. Dan barang siapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha-kaya lagi maha-terpuji.(Q.S. al-Mumtahanah,60:6)

A.       Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim dilahirkan di daerah kildan,Mesopotamia selatan yang sekarang masuk ddalam wilayah Iraq. Ketika itu,kawasan tersebut di bawah pemerintahan raja Namrud bin kan’an

Konflik Nabi Ibrahim dengan pemrintah sehingga dijatuhi hukuman

(21:69, 21:71, 15:57-60, 14:37, 29:32, 2:124, 2:128-129, 6:76-78, 6:79, 2:258, 21:52-70, 2:260, )

B.        Millah Nabi Ibrahim

Kata “millah” di sini bermakna syariah,ad-dien.dlm Al Qur’an biasanya kata millah dikaitkan dengan nama Ibrahim”Millah Ibrahim”.mengandung pengertian bahwa millah Ibrahim itu adalahsyariah yang dibawa Nabi Ibrahim, atau ad-dien yang hanif(lurus) yang bersumber wahyu Allah Azza wa jalla. “Millah Ibrahim” juga bias digunakan untuk membedakan dengan “millah kaum” yaitu ajaran hasil rekayasa manusia yang mengandung syirik dan penyembahan berhala.(12:37)

“Millah Ibrahim” merupakan akumulasi serangkaian rentetan panjang dai ajaran para nabi dan rosul Allah(5

:3, 37:79-83, 3:83, 22:78, 2:135, 3:65, 3:67, 3:64, 3:65-68,)

Klasifikasi millah Ibrahim dalam islam  kpd 3 dimensi:

           Rububiyyah: hukum Qishash (5:45, 2:178-179)

           Mulkiyyah: pemeritahan Negara(darun-nadwa: parlemen, hijabah:penjaga pintu ka’bah, siqayah:mengurus air tawar, rifadah:yang mengurus makanan, liwa’:pemegang panji perang, Qiyadah:militer)

           Ubudiyyah/uluhiyyah: bersunat, sholat menghadap kiblat dan menasik haji (2:144, 3:96, 22:26-27

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya[1470]: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah.” (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.”(60:4)

. Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji.

 

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya[90] di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.(2:130)

 

C.        Menasik Haji:Napak Tilas

 

1.        Marhalah iman: marhalah pertama yang wajib dilalui, sebagai marhalah dakwah menuju Iman dan Tauhid. Di marhalah ini berpisah antara al-Haq dan al-Bathil yang memisahkan pengikut masing-masing. Selanjutnya para jama’ah haji akan melalui “Hari Tarwiyah” hari penghayatan dan persiapan menempuh Hijrah menuju “Arafah” tempat berhimpun berbagai bangsa dan bahasa, dijalin dalam aqidah yang satu serta hukum syari’ah yang satu. Di hari inilah bermula. (22:27)

2.        Marhalah hijrah:, hari yang selaras dengan do’a harapan Rasululloh : “Ya.. Rabbi, masukanlah aku (ke Yastrib) dengan cara yang benar dan keluarkanlah aku (dari Makkah) dengan cara yang benar dan jadikanlah bagiku dari sisi-Mu kekuatan (Sulthon/pemerintahan) yang menolong“. Di padang Arafah, jama’ah haji melaksanakan wukuf  dengan membawa kenangan akan peristiwa moyang manusia-tauhid pertama, Adam dan Hawa, disitulah mereka dipertemukan Allah Ta’ala dan Jabal Rahmah menjadi saksi pertemuan anak manusia.Di Muzdhalifah, jama’ah haji melaksanakan “Mabit” bermalam dan di dalam kegelapan malam ini mereka berusaha mengumpulkan batu-batu kerikil (hashah) untuk digunakan pada pagi 10 Zul-Hijjah. Muzdalifah dan mabitnya merupakan perjalanan menuju marhalah jihad

3.        Marhalah jihad:masa konsolidasi membuat persiapan yang matang bagi meraih karunia Ilahi. Setelah shalat Shubuh, dan matahari pagi mulai menampakan dirinya, jama’ah haji bergerak meninggalkan Muzdalifah menuju Mina, dipenghujung lembah yang dipisahkan bukit terakhir pada perlintasan ke Makkah, tempat terdapat satu tiang sebagai tanda tempat melontar, Jumrah al-Aqobah yang biasa di sebut Jumrah al-Kubra. Disinilah mereka beramai-ramai melontar jumrah, menggunakan tujuh kerikil mengikuti sunnah dari Millah Ibrahim dalam hal memerangi setan sebagai musuh manusia yang merintangi misi (tugas), amanah Allah. Tersungkurnya musuh yang membisikan keraguan ini ditandai dengan penyembelihan hewan kurban. Darahpun mengalir sebagai bentuk kesyukuran dan kemenangan.

D.       Tauhid Allah

Ikrar azali,merupakan ikrar pertama manusia kpd rabb-nya sblm lahir ke dunia, ikrar itu berupa modal azas(star up capital) dan sekaligus pedoman(compass)hidup manusia di alam dunia.

(7:172, 7:173)

Bab.2  MANHAJ RASUL DALAM BERNEGARA

A.       Pngertian dan fungsi sirah nabawi

Sirah berasal dari “sara”- “yasiru” yang artinya berjalan dan perjalanan. Sirah Nabi mengandung maksud perjalanan misi dakwah rosululloh membawa risalah Allah

B.        Manhaj rosul dalam benegara.

1.        Marhalah iman; masa penanaman cita-cita yang di awali dengan surat (96:1-5, 74:1-7) sampai kpd perintah hijrah

 

 

 

 

 

2.        Marhalah hijrah:perintah hijrah-futuh makkah

           Hijrah pertama: ke habyah,pada tahun ke 5 kerasulan(615m) yang mengandung misi diplomatic

           Hijrah kedua: ke yatsrib,pada tahun ke 12/13  kerasulan(622/623) membentuk mendirikan pemerintahanislam-madinah

           Hijrah ketiga: ke ‘ish kawasan lalulintas kafilah dagang antara makkah dan syam hanya dipilih kaum muslimin makkah(abu bashir dan rekan-rekannya)di tanda tangani perjanjian hudaibiyyah(6h/629m)

3.        Marhalah jihad: diawali dengan perang badar-faizun

 

 

           Perang dengan Quraisy makkah yang berlatar belakangaqidah dan ideology yang berbeda

           Perang dengan dengan yahudi madinah dan sekitarnya, yang disebabkan penghianatanmereka pada perjanjian shahifah madinah(madinah carta) dengan membantu musuh dalam perang Ahzab(khandaq)

           Perang dengan bangsa arab  sekitar madinah yang menkhianati dan mengganggu umat islam.

           Perang dengan bangsa rumawi (kristen) yang membantudan melindungi bangsa arab pengkhianat di perbatasan wilayah syam yang membunuh pendakwah islam.

           Perang dalam usaha mempertahankan kedaulatan Negara islam di perbatasan utara(romawi) dan di selatan(yaman)

 

=>Makna iman:

=>Makna hijrah:

           Menyingkir(74:5)

           Meninggalkan(19:46, 25:30)

           Menjauhkan diri(73:10)

           Memisahkan(4:34)

           Mendapatkan dgn segera(29:26)

           Memutuskan perhubungan(3:194)

=>Makna jihad:

Berasal dari kata: ja-ha-da: bersungguh: dalam usaha, keinginan dan janji.

(29:6,8,69, 9:88, 41,24, 49:15, 16:110, 5:35, 22:78, 61:10-11, 31:14-15, 6:110, 16:38, 24:53, 35:42, 25:52, 43:71)

Tujuan perang dalam islam

           Li i’lai kalimatillah(2:190, 2:191, 2:193)

           Untuk melenyapkan dan kezaliman(22:39)

           Untuk menggetarkan musuh-musuh Allah dan kaum muslimin(8:60)

C.        Dari NKA Madinah ke Al-Khilafah(40:78)

 

 

Al khilafah al islamiyah dapat berdiri kokoh atas 2 faktor

1.        Basis negara

2.        Basis militer

 

Al-Khilafah al-Islamiyah(11h/632m)

1.        Abu bakar ash-shiddiq

2.        Umar Al-Khaththab

3.        Uthman ibn Affan

4.        Ali ibn abi thalib

Sejarah panjang Al khilafah pasang surut

1.        Insiden pembunuhan khalifah ke 3 uthman bin affan di tangan orang muslim sendiri(35h)

2.        Peperangan siffin,antara 2pasukan muslim(37h)

3.        Penghapusan institusi al khilafah al islamiyah dari dunia islam(1924m/1342h) di turki

 

Bab.3  AKLAQ MUJAHID DAN HAJI(49:15, 35:27-28)

A.       Definisi etimologi

Kata Akhlaq:khu-lu-qun(khuluq) berakar kata:kha, lamdan qaf. Akhlaq mengandung arti:kebiasaan,budi pekerti dan tingkah laku.

“(agama kami) ini tidak lain hanyalah khuluq(adat kebiasaan)orang dahulu”. 26:137

“dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti(khuluq)yang agumg”.68:4

B.        Akhlaq azimah dan karimah

1.        Khuluqun ‘Azim:khuluquhu al Qur’an(9:33)

2.        Akhlaqul al karimah perilaku mulia

*keberanian(syaja’ah)

*kedermawaan(karam)

*kemaafan(sakha’)

*Lemah lembut(hilm)

*kasih saying(mahabbah)

 

C.        Akhlaq muslim-mujahid

1.        Marhalah iman; niatdan memakai ihram,miqot(3:31-32), baitullah(2:150)

*pengabdian(51:56)

*penuh berdisiplin(2:249)

*berani(40:51, 1:1-6, 4:68-69)

2.        Marhalah hijrah; arafah,wukuf(49:13, 56:27, 56:39-44)

*membela pemimpin sebagai tulang punggung Negara(17:81, 4:59, 48:29, 61:4)

3.        Marhalah jihad;muzdalifah:mabit. Mina:melontar jumroh, aqabah(8:17-18, 22:34 dan 37, 22:26). Baitullah:tawaf sa’i.

*jujur dan hemat(8:60, 17:27, 23:8)

*bijaksana:wahdaniyat(tauhid sejati), khalishan-mukhlishan(semata karena Allah)

*kasihsayang dan membela sesama mujahid(59:9-10)

*tabah, sabar dan pantang menyerah

 

Bab.4  ISLAM BERNEGARA DI INDONESIA(1905-1962)

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan-Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (Q.S. at-Taubah, 9:20).

 

A.       Dari konsep menuju metode

1.        teori iman,hijrah,jihad

“Katakanlah,ika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampunidosa-dosamu. Allah mahapengampun lagi maha penyayang”. (9:20)

2.        hasil kajian menasik haji

terkandung tahapan iman hijrah jihad yang bagaikan simulasi dari usaha untuk merebut dan mempertahankan baitullah(3:97)

3.        hasil kajian sirah Nabawi

lebib sistematis dengan menggunakan metode tersebut. (marhalah iman)Bermula dari turunya wahyu, (marhalah hijrah)perintah hijrah untuk membangun pemerintahan negara madinah, (marhalah jihad)perintah jihad untuk mempertahankan idieologi

16:88; 2:31

B.        Tokoh-tokoh pergerakan

1.        H.Saman hudi(1868-1956)

Bermula dari pelopor pembangkit Iman (kepercayaan) yang hampir punah dari jiwa umat Islam yang terjajah sekian lama (lebih dari 3½ abad); Haji Samanhudi, penggagas organisasi Islam pertama, Sarekat Dagang Islam (SDI, 1905), dan kemudian berlanjut menjadi Sarekat Islam.

2.        H.O.S Cokroaminoto(1882-1934)

Haji Omar Said (HOS) Cokroaminoto, organisator ulung yang menggariskan konsep strategi perjuangan Islam, untuk mencapai kemerdekaan umat Islam melalui politik non-koperasi (Hijrah) dan konseptor ide ad-Daulah al-Islamiyah (Negara Islam) yang dicapai melalui jalan menyusun kekuatan dan memiliki kekuasaan untuk mencapai kemerdekaan agama (Islam) dan bangsa dari penjajah (imperialis) kafir Kerajaan Protestan Belanda.

3.        SM.Kartosuwiryo()

Sekarmaji Marijan (SM) Kartosuwiryo, yang mengobarkan semangat Jihad (perang) menghadapi penjajah kafir penjajah kolonial Kerajaan Protestan Belanda yang berusaha kembali menguasai Nusantara, Indonesia. Khususnya, Jawa bagian Barat (1947/48), tepatnya pada agresinya pertama dan kedua. Jihad juga dikobarkan untuk membela dan mempertahankan proklamasi Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia (7 Agustus 1949), yang merupakan perwujudan dari cita-cita umat Islam Bangsa Indonesia untuk menegakkan kalimatillah dalam upaya menuju mardhatillah.

C.        Tiga marhalah dalam pergerakan islam

1.        Marhalah iman(1900-1942) QS.109:1-6

           Niat menegakkan Negara islam lahir dari SDI H.saman hudi kemudiannya SI dan PSII

           Masyarakat disiapkan melalui konggres Surabaya,1931, 1937

           Marhalah berahir dengan masuknya tentara jepang ke Indonesia,Perang Dunia II (1942)

2.        Marhalah hijrah(1942-1948) QS.27:34

           1942-1945) pendudukan jepang

           1945-1949) pengeboman Hiroshima Nagasaki

o    Perjanjian linggar jati: perdana mentri menjual Indonesia kpd belanda, hasil penyerangan,garis demarkasi van mook

o    perundingan renville:RI tersisa Yogyakarta,jawa barat,dan daerah laen di tinggalkan

o     Actie politionalkedua:belanda kembali menjajah,soekarna hatta ditangkap

           Hijrah secara fisik

o     konggres di cisayong;MI sbg wadah perjuangan, masyumi jawa-barat, sm.kartosuwiryo dilantik imam, lembaga TII

o     konferensi cipeundey: membuat brosur, RI didesak batalkan perundingan dengan belanda, persiapan pembentukan          negara islam ,peraturan islam diberlakukan, daftar usaha cepat”dihasilkan.

o    Konferensi cikoneng_ pmemerintah distrukturkan: umat islam memperjuangkan agama dan Negara secara praktis pembagian daerah D1,D2, D3; pembentukan dewan imamah dipimpin oleh SMK; pembentukan dewan fatwa; penyusunan qonun asasi.

o    Musyawarah cipeundey1948: konsolidasi militer;hizbulloh Cirebon menjadi resimen XII; Kamran hidayatulloh diangkat menjadi majelis pertahanan.

o    Negara islam Indonesia cukup syarat hokum sebagai Negara pemilikan: pemerintahan; wilayah kekuasaan; rakyat darul islam; pertahanan TII.

o     

3.        Marhalah jihad(1948-seterusnya…) QS.8:65

           7 Agustus 1949(12 syawal 1368) jm 12;00 siang bertempat di madinah-indonesia,sovereignty/kedaulatan Negara islam Indonesia NII diproklamirkan.

           Perang lawan kafir penjajah

o    Perang lawan belanda(1947-1949)

o    Perang lawan tentara liar yang masuk daerah de facto MI/TII dari jawa tengah,ucuk pimpinan,republic,soekarna-hatta ditangkap

o    Perang lawan Negara boneka belanda,Negara pasundan;menyerahkan kedaulatan kpd RIS.

           Perang saudara civil-war(25 januari 49)

o    PERANG DGN apris/RIS

o    Perang lawan TNI/RI(1953-1962)

o    Perang lawan penghianat perjuangan yang membelot ke RI

o    Civil-war meluas meliputi keseluruhan Indonesia,sulawesi selatan, panglima divisi hasanudin, kahar muzakar1953, kalsel,ibnu hajar pd tahun yg sama, aceh menyatakan sbg bagian dari NII, daud beureuh dilantik komandan perang divisi”rencong”TII/NII.

o    Imam NII dikepung di gunun beber juli 1962, gugur sbg syahd;,panglima kahar muzakkar gugur1965; pasca kedu peristiwa syahid” itu tdk ada dijumpai fakta resmi dari dokumen NII/TII

 

How to Master Your Habits (Sebuah Resensi)

Judul : How to Master Your Habits

Penulis : Felix Y Siauw

Penerbit : Khilafah Press

Gambar

Tau buku ini,,,, Atau bahkan sudah baca,,,, Yap,, How To Master Your Habits karya Ust. Felix Y Siauw.

Felix Y Siauw menemukan sebuah data yang isinya motivasi itu hanya berpengaruh 11-35% dalam keahlian. Lalu sisanya apa,,,? Ternyata sisanya itu ada pada PEMBIASAAN; yap.. pada habits.

Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berfikir. Perbedaan antara BISA dengan TIDAK BISAitu sangat sederhana, yaitu habitsBISA karena BIASATAK BISA karenaTAK BIASA. Sederhana.

Menguasai bahasa adalah habits, rajin dan malas juga habits, kreatif dan jumud juga habits, ramah dan pemarah juga habits, dan bersemangat dakwah ataupunfutur juga adalah hasil habits.

Seseorang yang memiliki banyak habits baik dalam dirinya sudah dapat dipastikan akan lebih berhasil dalam kehidupannya dibandingkan dengan seseorang yang memiliki sedikit habits yang baik.

THOUGHTS  PURPOSES  ACTIONS  HABITS  PERSON ALITIES

Pemikiran adalah pangkal daripada kepribadian, karena pemikiranlah yang akan menentukan keyakinan, kecenderungan, tujuan hidup, cara hidup, pandangan hidup, sampai aktivitas seorang manusia.

Habits merupakan hasil daripada pengulangan suatu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Semakin  banyak satu aktivitas diulang dalam jangka waktu yang lama, maka habits akan semakin kuat. Walaupun pada manusia habits yang dipilihnya dipengaruhi oleh cara berpikir. Namun, dalam proses pembentukannya, peran akal tidaklah terlalu dominan. Faktor yang menentukan apakah kita akan memiliki habits hanya 2 hal, yaitu practice (latihan) danrepetition (pengulangan), yang tentu saja dilakukan dalam rentang waktu tertentu.

Practice atau latihan berfungsi untuk menentukan apakah aktivitas yang akan dilakukan sudah benar atau belum, tepat sasaran atau tidak. Sedangkan pengulangan akan menyempurnakannya. Sama seperti manajemen, practiceadalah efektifitas dan repetition adalan efisiensi. Practice makes right, repetition makes perfect.

Dari kedua kunci ini, yang sangat berpengaruh dalam pembentukan habitsadalah pengulangan (repetisi), karena pengulangan aktivitaslah yang memberikan nyawa pada habits. Repetisi adalah kunci dalam membentukhabits.

Semakin hebat seseorang dalam melakukan suatu aktivitas di “permukaan”, maka pasti semakin banyak repetisi yang telah dia lakukan di “bawah tanah”. As Above so Below.

Spiral Pembentukan Habits

LEARN → COMMIT → PRACTICE → REPETITION → HABITS

Setelah mempunyai motivasi untuk melakukan aktivitas secara berulang-ulang, maka pertanyaannya adalah “Berapa banyak dan berapa lama kita harus mengulangnya,,,?

Sebagian ilmuwan dan peneliti berpendapat bahwa manusia memerlukan waktu 21 hari untuk melatih satu habits yang baru, sebagian lagi berpendapat 28-30 hari, bahkan ada yang berpendapat 40 hari.

Terlepas dari perdebatan itu semua, kita ambil satu contoh yang insyaAllah sama-sama kita lakukan dan alami, yaitu shaum di bulan Ramadhan selama 29 hari atau maksimal 30 hari. Shaum adalah pembentukan habits bagi kaum Muslim. Terbiasa membaca Al-Qur’an, shalat malam, sedekah, dan yang paling terlihat adalah perubahan pola makan.

Apa yang terjadi setelah kita menjalankan ibadah puasa selama 29/30 hari? Sepertinya tubuh kita mulai terbiasa dengan ritme pola makan bulan puasa. Apa yang kita rasakan ketika di pagi 1 Syawal menyantap sarapan? Tidak bernafsu? Selamat, berarti habits baru telah terbentuk.

Walaupun habits akan semakin solid seiring dengan waktu, namun bisa kita ambil bahwa 30 hari adalah batas minimal habits dibentuk.

Sederhananya untuk membentuk habits baru, maka kita harus melakukanpractice dan repetition selama 30 hari berturut-turut secara konsisten, tanpa ketinggalan satu hari pun. Karena habits berarti pembiasaan, dan pembiasaan memerlukan konsistensi.

Tidak ada yang instan, mungkin kita akan merasa kesulitan pada awalnya, hal itu wajar.. Tetap teruskan. JUST DO IT! Paksakan.. lama-lama hal itu akan menjadi kebiasaan. Pada rentang waktu pertama keahlian kita mungkin hanya naik 1%, namun bila konsisten melakukannya, bukan tidak mungkin pada rentang waktu kedua akan naik 2%, 3% kenaikan berikutnya, 5% lalu 8% sampai akhirnya tanpa kita sadari kita sudah seperti pohon yang menumbuhkan banyak tunas. Semua ini hanya perlu kesabaran untuk terus melakukan habits yang ingin kita bentuk.

 

Menentukan habits yang akan ingin kita miliki, memang sesuatu yang mudah. Namun istiqomah dalam menjalankannya memang perlu usaha yang tidak sedikit. Contohnya,

 

Saya, Aisyah berjanji akan menyampaikan minimal satu buah tulisan dalam sehari agar ilmu-ilmu islam yang telah saya dapatkan bisa saya tularkan ke lebih banyak orang.

Maka setelah saya menentukan habits apa yang ingin saya bentuk, saya punya tanggung jawab untuk melaksanakannya secara terus-menerus. Karena pada dasarnya, ayah dan ibu habits adalah practise(latihan) dan repetition (pengulangan) yang sudah tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Permulaan itu sulit. Ya, itu benar. Permulaan memang selalu menjadi bagian yang paling ditakuti. Namun seiring berjalannya waktu, maka kesulitan itu sedikit demi sedikit akan berkurang. Seperti halnya ketika kita berpuasa di bulan Ramadhan. Tanggal 1 Ramadhan adalah hari paling berat bukan? Tapi ketika kita telah sampai di hari ke 28, apa yang kita rasakan,,,? Tubuh kita telah terbiasa.

 

Pada akhrinya pilihan selalu ada ditangan kita. Ingin menjadi apa kita. Itu tergantung pilihan-pilihan yang kita ambil. Kita jangan menjadi orang yang menyerah sebelum memulai suatu tantangan. Hidup adalah perjuangan dan pengorbanan. No pain No Gain !

 

brother, tentukan mulai dari sekarang habits BAIK apa yang ingin kita bentuk,,,,,

 

“If you choose not to plant flower on your garden, then weeds will grow without encouragement or support”

 semoga bermanfaat,,,,,

“never ending struggle”