Arsip

How to Master Your Habits (Sebuah Resensi)

Judul : How to Master Your Habits

Penulis : Felix Y Siauw

Penerbit : Khilafah Press

Gambar

Tau buku ini,,,, Atau bahkan sudah baca,,,, Yap,, How To Master Your Habits karya Ust. Felix Y Siauw.

Felix Y Siauw menemukan sebuah data yang isinya motivasi itu hanya berpengaruh 11-35% dalam keahlian. Lalu sisanya apa,,,? Ternyata sisanya itu ada pada PEMBIASAAN; yap.. pada habits.

Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berfikir. Perbedaan antara BISA dengan TIDAK BISAitu sangat sederhana, yaitu habitsBISA karena BIASATAK BISA karenaTAK BIASA. Sederhana.

Menguasai bahasa adalah habits, rajin dan malas juga habits, kreatif dan jumud juga habits, ramah dan pemarah juga habits, dan bersemangat dakwah ataupunfutur juga adalah hasil habits.

Seseorang yang memiliki banyak habits baik dalam dirinya sudah dapat dipastikan akan lebih berhasil dalam kehidupannya dibandingkan dengan seseorang yang memiliki sedikit habits yang baik.

THOUGHTS  PURPOSES  ACTIONS  HABITS  PERSON ALITIES

Pemikiran adalah pangkal daripada kepribadian, karena pemikiranlah yang akan menentukan keyakinan, kecenderungan, tujuan hidup, cara hidup, pandangan hidup, sampai aktivitas seorang manusia.

Habits merupakan hasil daripada pengulangan suatu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Semakin  banyak satu aktivitas diulang dalam jangka waktu yang lama, maka habits akan semakin kuat. Walaupun pada manusia habits yang dipilihnya dipengaruhi oleh cara berpikir. Namun, dalam proses pembentukannya, peran akal tidaklah terlalu dominan. Faktor yang menentukan apakah kita akan memiliki habits hanya 2 hal, yaitu practice (latihan) danrepetition (pengulangan), yang tentu saja dilakukan dalam rentang waktu tertentu.

Practice atau latihan berfungsi untuk menentukan apakah aktivitas yang akan dilakukan sudah benar atau belum, tepat sasaran atau tidak. Sedangkan pengulangan akan menyempurnakannya. Sama seperti manajemen, practiceadalah efektifitas dan repetition adalan efisiensi. Practice makes right, repetition makes perfect.

Dari kedua kunci ini, yang sangat berpengaruh dalam pembentukan habitsadalah pengulangan (repetisi), karena pengulangan aktivitaslah yang memberikan nyawa pada habits. Repetisi adalah kunci dalam membentukhabits.

Semakin hebat seseorang dalam melakukan suatu aktivitas di “permukaan”, maka pasti semakin banyak repetisi yang telah dia lakukan di “bawah tanah”. As Above so Below.

Spiral Pembentukan Habits

LEARN → COMMIT → PRACTICE → REPETITION → HABITS

Setelah mempunyai motivasi untuk melakukan aktivitas secara berulang-ulang, maka pertanyaannya adalah “Berapa banyak dan berapa lama kita harus mengulangnya,,,?

Sebagian ilmuwan dan peneliti berpendapat bahwa manusia memerlukan waktu 21 hari untuk melatih satu habits yang baru, sebagian lagi berpendapat 28-30 hari, bahkan ada yang berpendapat 40 hari.

Terlepas dari perdebatan itu semua, kita ambil satu contoh yang insyaAllah sama-sama kita lakukan dan alami, yaitu shaum di bulan Ramadhan selama 29 hari atau maksimal 30 hari. Shaum adalah pembentukan habits bagi kaum Muslim. Terbiasa membaca Al-Qur’an, shalat malam, sedekah, dan yang paling terlihat adalah perubahan pola makan.

Apa yang terjadi setelah kita menjalankan ibadah puasa selama 29/30 hari? Sepertinya tubuh kita mulai terbiasa dengan ritme pola makan bulan puasa. Apa yang kita rasakan ketika di pagi 1 Syawal menyantap sarapan? Tidak bernafsu? Selamat, berarti habits baru telah terbentuk.

Walaupun habits akan semakin solid seiring dengan waktu, namun bisa kita ambil bahwa 30 hari adalah batas minimal habits dibentuk.

Sederhananya untuk membentuk habits baru, maka kita harus melakukanpractice dan repetition selama 30 hari berturut-turut secara konsisten, tanpa ketinggalan satu hari pun. Karena habits berarti pembiasaan, dan pembiasaan memerlukan konsistensi.

Tidak ada yang instan, mungkin kita akan merasa kesulitan pada awalnya, hal itu wajar.. Tetap teruskan. JUST DO IT! Paksakan.. lama-lama hal itu akan menjadi kebiasaan. Pada rentang waktu pertama keahlian kita mungkin hanya naik 1%, namun bila konsisten melakukannya, bukan tidak mungkin pada rentang waktu kedua akan naik 2%, 3% kenaikan berikutnya, 5% lalu 8% sampai akhirnya tanpa kita sadari kita sudah seperti pohon yang menumbuhkan banyak tunas. Semua ini hanya perlu kesabaran untuk terus melakukan habits yang ingin kita bentuk.

 

Menentukan habits yang akan ingin kita miliki, memang sesuatu yang mudah. Namun istiqomah dalam menjalankannya memang perlu usaha yang tidak sedikit. Contohnya,

 

Saya, Aisyah berjanji akan menyampaikan minimal satu buah tulisan dalam sehari agar ilmu-ilmu islam yang telah saya dapatkan bisa saya tularkan ke lebih banyak orang.

Maka setelah saya menentukan habits apa yang ingin saya bentuk, saya punya tanggung jawab untuk melaksanakannya secara terus-menerus. Karena pada dasarnya, ayah dan ibu habits adalah practise(latihan) dan repetition (pengulangan) yang sudah tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Permulaan itu sulit. Ya, itu benar. Permulaan memang selalu menjadi bagian yang paling ditakuti. Namun seiring berjalannya waktu, maka kesulitan itu sedikit demi sedikit akan berkurang. Seperti halnya ketika kita berpuasa di bulan Ramadhan. Tanggal 1 Ramadhan adalah hari paling berat bukan? Tapi ketika kita telah sampai di hari ke 28, apa yang kita rasakan,,,? Tubuh kita telah terbiasa.

 

Pada akhrinya pilihan selalu ada ditangan kita. Ingin menjadi apa kita. Itu tergantung pilihan-pilihan yang kita ambil. Kita jangan menjadi orang yang menyerah sebelum memulai suatu tantangan. Hidup adalah perjuangan dan pengorbanan. No pain No Gain !

 

brother, tentukan mulai dari sekarang habits BAIK apa yang ingin kita bentuk,,,,,

 

“If you choose not to plant flower on your garden, then weeds will grow without encouragement or support”

 semoga bermanfaat,,,,,

“never ending struggle”

 

Iklan