Arsip

SEMPITNYA WAKTUKU !!!

perbedaan-orang-sukses-131027c

 

Apakah kita,,,

Sering luput dari dzikir pagi dan petang,,,,?

Ngarasa tidak sempat untuk sholat dhuha,,,?

Ngarasa sibuk untuk menghadiri majelis ilmu,,,,?

Kehabisan waktu untuk tadarus Al Qur’an,,,?

Ngarasa tunduh keneh ketika akan sholat malam,,,,,?

Jeung kehabisan agenda untuk mengunjungi sahabat sahabat kita,,,,,?

 

Tetapi kita,,,,(bukti nu nyata)

Tak pernah lepas dari andro’i nya,,,,

Selalu sempat menonton berita di internet,,,,

Tidak pernah ketinggalan up date dan mengikuti status di facebook,,,,

Selalu aktif berkomentar dalam grup-grup whatsapp atawa Bbm,,,,

Dan, tidak pernah absen dalam menghadiri majelis ghibah dan senda gurau,,,,

 

Apakah kita,,,,(bari mikir att)

Merasa waktu kita sangat sempit dan sedikit untuk melakukan hal-hal bermanfaat,,,,? (absen menghadiri majelis gelora hijrah,, malas bersilaturrahmi dgn sahabat sahabatnya,,,,DLL)

Merasa kesibukan dunia kita terlalu padat sehingga sering berudzur meninggalkan tugas hidup kita,,,,??? (pengembangan,,pembinaan,,bm,,,jaringan,,,DLL”

Mungkin,,, itu tanda tidak adanya KEBERKAHAN dalam WAKTU kita. (Ngahuleng,,,)

 

Berkata seorang sahabat Nabi yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu:

“Aku tidaklah menyesali sesuatu lebih besar dari pada penyesalanku terhadap satu hari yang berlalu, berkurang umurku, dan tidaklah bertambah amalku.”

Seorang ulama salaf, Hakim, juga berkata:

“Barangsiapa yang harinya berlalu tanpa ada kebenaran yang ia tegakkan;

atau kewajiban yang ia laksanakan;

atau kemuliaan yang ia raih;

atau perbuatan terpuji yang ia kerjakan;

atau kebaikan yang ia rintis, atau ilmu yang ia kutip.

Sungguh ia telah mendurhakai waktunya, dan mendzolimi dirinya.”

Maka mari kita perhatikan, bahwa para salafus shalih tidaklah menilai bahwa suatu waktu menjadi bermanfaat dari banyaknya kekayaan dihasilkan;

Atau gelar kehormatan yang diraih;

atau ketenaran didapat.

Tetapi, dari banyaknya amal sholih yang dihasilkan dari waktu tersebut.

Para salaf terdahulu adalah orang-orang yang sangat memperhatikan masalah waktu, mereka berkata:

“Sesungguhya menyia-nyiakan waktu itu lebih berat daripada kematian, karena menyia-nyiakan waktu memutuskan seseorang dari Allah dan akhirat, sedangkan kematian memutuskan seseorang dari keluarga dan dunianya.”

Berkata Hasan Al Bashri rahimahullah:

“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah hari-hari. Apabila pergi harimu, berarti telah pergi sebagian dirimu.”

Juga ia berkata:

“Tidaklah hari itu muncul bersama terbitnya fajar, keculai ia berkata:

‘Wahai anak Adam, aku adalah makhluk yang baru, dan aku bersaksi atas amal-amalmu, maka berbekallah denganku, karena sesungguhnya bila aku pergi aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat nanti’.”

Janganlah kita mengira bahwa perkataan mereka hanyalah perkataan kosong tanpa bukti.

Sebaliknya, sangat banyak catatan-catatan mengenai semangat mereka dan kesungguhan mereka dalam menjaga waktu.

Di antaranya perkataan orang-orang tentang Abdullah putra Imam Ahmad:

“Demi Allah, kita tidak melihatnya kecuali ia sedang tersenyum, sedang membaca atau sedang menelaah kitab.”

Begitu pula, dikatakan tentang Al Khatib Al Baghdadi:

“Tidaklah kami melihat beliau kecuali beliau sedang menelaah sebuah kitab.”

Imam Ad Dzahabi menyebutkan tentang Abdul Wahab Bin Abdil Wahhab Al Amiin:

“Sesungguhya ia sangat menjaga waktunya, tidaklah berlalu 1 jam kecuali ia membaca Al Qur’an atau berdzikir atau sholat tahajjud atau memperdengarkan bacaan Al Qur’an.”

Masih banyak kisah yang menakjubkan dari para salaf dalam memanfaatkan WAKTU,,,

Berkata seorang murid Al Imam Abdur Rahman bin Mahdi rahimahullah tentang Imam Hammad bin Salamah:

“Seandainya dikatakan kepada Hamad bin Salamah bahwa esok ia mati, maka ia tidak sanggup lagi untuk menambah amalannya sedikitpun.”

MasyaAllah,,,,

Hal itu dikarenakan banyaknya amalan yang ia lakukan secara rutin!

Berkata Ammar bin Raja’:

“Saya melewati 30 tahun tidak makan dengan tanganku di malam hari, dan saudara perempuankulah yang menyuapiku, karena kesibukanku menulis hadist.”

Begitu pelitnya beliau dengan waktu, sampai tidak mau waktunya berkurang karena makan!

Tidak kalah mengagumkan kisah Imam Ibnu Jarir At Thabari. Dikisahkan bahwa ia berkata pada teman-temannya:

“Apakah kalian berminat menulis tafsir Al Qur’an?”

Mereka menjawab:

“Berapa panjangnya?”

Ia berkata:

“30 ribu lembar.”

Para sahabatnya terkejut dan berkata:

“Kalau begitu bisa habis umur kami.”

Maka beliau pun meringkasnya menjadi tiga ribu lembar dan mendiktekannya kepada para sahabatnya selama 7 tahun.

Setelah selesai, ia kembali berkata:

“Apakah kalian berminat pada tarikh (sejarah) sejak Nabi Adam sampai jaman kita ini?”

Mereka kembali bertanya:

“Berapa panjangnya?”

Dan beliau menyebutkan sebagaimana perkataan beliau pada tafsir, maka mereka menjawab dengan jawaban yang sama, maka Ibnu Jarir berkata:

“Inna lillah.. Sungguh telah mati kesungguhan.”

Dan ia pun kembali meringkasnya sebagaimana ia meringkas tafsir.

Kita mungkin tidak bisa meraih keberkahan seperti mereka, tapi setidaknya kita dapat mengusahakannya, agar waktu kita dapat menjadi ladang amal yang bermanfaat di akhirat kelak.

Bukan sebaliknya, menjadi sumber penyesalan dan kerugian di akhirat nanti.

Beberapa cara agar waktu kita menjadi barakah adalah:

▪️ Beriman dan bertakwa

▪️ Melazimi Al Qur’an, karena Allah berfirman yang artinya:

“Dan Kitab ini (Al Qur’an) yang kami turunkan dengan penuh berkah, maka ikutilah ia dan bertakwalah agar engkau mendapat rahmat.”

(QS Al An’am: 155)

▪️ Memperbanyak beramal sholih baik dengan hati, lisan dan perbuatan

▪️ Bersegera beramal sejak pagi hari, sebagaimana doa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam:

“Ya Allah, berkahilah umatku pada pagi hari mereka.”

(sholat tahajud,,,sholat dhuha,,,dll)

▪️ Menjaga sholat fajr (sholat subuh) karena menjaga sholat subuh adalah kunci keberkahan sepanjang hari.

° Shaum/berpuasa

▪️ Belajar ilmu dan  mengajarkannya

Maka,,,,hayu urang sasarengan  bersungguh sungguh memanfaatkan waktu kita,,,

Ingatlah, bahwa suatu saat nanti kita akan menghadapi hari dimana kita harus mempertanggung jawabkannya.

Hari di mana seorang raja tidak akan meminta kembali istananya; seorang pemimpin tidak akan meminta kembali kekuasaannya dan orang yang kaya tidak akan meminta dikembalikan hartanya.

Tetapi mereka semua akan meminta dikembalikan WAKTU yang mereka habiskan dgn SIA SIA tanpa amal shalih!,,,,,

 

Jadi,,,,Rek kitu wae hirup teh,,,(ka saya)

Udara, Terasa Namun Tidak Nampak Rupanya

Rare_Landing_Mountain-001

DI antara ciptaan-Nya yang menakjubkan adalah udara lembut yang terasa oleh indera perasa saat bertiup, tapi tak terlihat wujudnya. la bergerak di antara langit dan bumi, burung-burung terbang dan berenang di gelombang-gelombangnya sebagaimana hewan-hewan laut berenang di air. Udara bergejolak saat bertiup kencang seperti gelombang laut.

Apabila menghendaki, Dia menggerakkannya dengan ‘gerakan rahmat’. Menjadikannya rahmat, lembut, dan mendatangkan kegembiraan karena jadi suatu tanda.

Yakni pengetahuan bahwa Allah-lah tuhan yang haq, Dialah yang menghidupkan yang mati, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, hari kiamat pasti datang, dan Allah membangkitkan semua yang di kubur.

Turunnya rahmat-Nya (hujan). Angin menjadi pejantan yang membuahi awan sehingga mengandung air seperti jantan yang membuahi betina sehingga hamil. Angin rahmat dinamakan

dengan mubassyirat, nasyr, dzaariyat, mursalat, rukha , lawaqih; sedang angin azab dinamakan

‘ashif, qashif(di laut), dan ‘aqim, sharshar (di darat).

Tapi kalau mau, Dia menggerakkannya dengan ‘gerakan azab’. Sehingga menghancurkan siapa yang dikehendaki dengan angin itu dan mengirimkannya sebagai azab yang pedih serta merusak segala apa yang dilaluinya.

Angin berbeda-beda arah bertiupnya. Ada yang bertiup ke arah timur, barat, utara, dan selatan. Angin-angin itu juga tidak sama manfaat dan pengaruhnya. Angin semilir dan lembab/basah menyehatkan badan, hewan, dan tanaman. Ada pula angin yang mengeringkan.

Ada angin yang membuat mati atau sakit. Ada juga yang membuat kuat, dan juga ada yang melemahkan. Oleh karena itu, Allah SWT mengabarkan tentang angin rahmat dengan

shighah jamak karena manfaatnya bermacam-macam. Ada angin yang menggelorakan awan, membuahinya, membawanya, dan angin yang membawa makanan bagi tetumbuhan. Karena arah bertiup dan tabiat angin itu bermacam-macam, Dia menciptakan untuk setiap angin lawan (penyeimbang) yang mengurangi kencang dan amukannya, dan mempertahankan kelembutan dan rahmatnya. Jadi, angin rahmat itu banyak macamnya.

Adapun angin azab hanya satu; diembuskan dengan satu cara untuk meng-hancurkan objek yang hendak dimusnahkan. Karenanya, tidak ada angin lain menjadi penyeimbangnya. Angin ini seperti serdadu yang besar, tak ada sesuatu pun yang melawannya. Dia menghancurleburkan apa yang ditimpanya.

Perhatikanlah hikmah Al-Qur’an ketika menyebut keterangan ini di darat. Adapun di laut, angin rahmat disebutkan dengan kata tunggal seperti firman-Nya,

“Dialah yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncudah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai. Dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatannya kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata), ‘Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.’,”

(QS. Yunus: 22)

Hikmahnya di sini karena kapal hanya berjalan dengan satu angin yang datang dari satu arah. Apabila banyak angin yang berlawanan datang menerpa perahu, tentu jalannya tidak karuan arah.

Jadi, fungsi angin di laut berbeda dengan fungsinya di darat. Karena yang diinginkan di laut, angin bertiup satu arah saja, tidak dihalangi oleh sesuatu pun. Karena itulah, disebutkan dengan kata tunggal, sedang di darat dipakai kata jamak.

Makhluk Tuhan ini memang lemah lembut. Sehingga, dapat digerakkan dan dibobol oleh makhluk yang paling lemah sekalipun. Tapi, Allah SWT memberikan makhluk lembut ini kekuatan dan kekerasan yang dapat menggoncangkan/ menggetarkan benda-benda cadas yang kuat, menggesernya dari tempatnya, menghancurleburkan dan menerbangkannya. Lihat saja bila udara yang lembut itu masuk dan memenuhi geriba (kantong air dari kulit) misalnya, lalu di atasnya diletakkan benda yang berat, tentu kantong air yang sudah berisi kulit itu tak bisa masuk ke dalam air.

Padahal besi yang padat dan berat, jika diletakkan di permukaan air akan tenggelam. Jadi, udara yang lembut ini tidak mau ditundukkan (ditenggelamkan) oleh air, sedang benda yang kuat dan keras (besi) dapat ditundukkan.

Dengan hikmah ini, Allah SWT menahan kapal-kapal di atas permukaan air betapapun beratnya kapal itu beserta muatannya. Demikian pula semua benda berlobang yang berisi udara tidak akan tenggelam di air karena udara tidak mau menyelam ke dalam air. Jadi kapal yang bermuatan penuh bergantung kepada udara itu.

Perhatikan, bagaimana perahu yang berat dan amat besar itu meminta perlindungan dan bergantung kepada zat yang lembut dan ringan itu sehingga tidak tenggelam. Ini seperti orang yang jatuh ke dalam sebuah jurang lalu bergelantungan kepada seorang yang kuat yang tidak dapat terjatuh ke dalam jurang sehingga dengan bergelantungan itu dia selamat.

Subhanallah! Maha Agung Allah yang menggantungkan perahu yang besar dan berat tersebut dengan udara yang lembut ini tanpa gantungan atau ikatan yang terlihat.

Change Management

“Manejemen Perubahan atau Change Management course”

10523981_641869592608008_6081900817037621951_n

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D di Indonesia X
“Suatu bangsa tidak akan berubah menjadi bangsa yang besar kecuali bangsa itu mau melakukan hal–hal yang sulit.” ~ Kennedy
Perubahan itu tidak dapat kita hindarkan. Selama bumi berputar pada porosnya. Maka perubahan itu akan terjadi. Perubahan itu tidak ada yang menyuruh, melainkan ada orang yang terpanggil. Tidak bisa misalnya saya mengatakan, “Anda deh lakukan perubahan, Anda lakukan perubahan.” Terus dia bergerak melakukan perubahan karena disuruh? Come On.
Tokoh-tokoh perubahan bukanlah orang yang disuruh. Melainkan orang yang melihat, orang yang terpanggil, orang yang terbebani. Faktanya hampir semua kejadian- kejadian besar dunia tidak dimulai dari banyak orang. Melainkan dimulai dari sedikit orang.
Mengubah cara berpikir adalah peranan penting dari para pemimpin. Perubahan membutuhkan pemimpin yang tangkas. Pemimpin yang berani. Berani membukakan mata. Berani membukakan perpektif. Mengajak orang melihat dengan perspektif yang berbeda. “Ukuran kecerdasan manusia adalah pada kemampuannya untuk berubah.” ~ Issac Newton.
Yang namanya perubahan selalu akan menghadapi kelompok yang menentang. Kelompok yang tidak senang terhadap adanya pembaharuan. Kelompok yang merasa terganggu karena ada kepentingan-kepentingan. Selalu ada resistensi, selalu ada orang-orang yang menentang karena mereka sudah nyaman dengan segregasi.
Apakah itu resistensi?, cara berpikir lama, orang-orang yang belum bisa melihat, orang- orang yang berpolitik untuk menyingkirkan Anda. Orang-orang yang tidak bersedia kenikmatannya berubah atau pindah, atau mereka yang sudah terbelanggu oleh zona nyaman.
Kita memiliki kebenaran-kebenaran masa lalu, kebanggaan masa lalu, kita menyangkal terhadap sebuah, sesuatu yang telah berubah. Dan kita menikmati keadaan sekarang karena tidak dituntut banyak untuk melakukan sesuatu yang baru. Kita menikmati karena kita terperangkap dengan zona nyaman kita. Terperangkap dengan rutinitas, sementara kita tidak melihat bahwa di luar telah datang pendatang-pendatang baru, teknologi baru, manusia-manusia baru, bahkan kepungan-kepungan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Kita perlu mengenal apa yang disebut dengan istilah Self-Destructive Habits. Ini ada tujuh poin. Diperkenalkan oleh Profesor Jagdish Sheth. Seorang ahli marketing yang juga gemas dengan change. Seringkali orang tidak menyadari bahwa mereka adalah bagian dari kelompok yang resistant to change . Mereka resisten, mereka menolak perubahan. Menolak masa depan yang baik. Kelompok yang resisten terhadap perubahan :
Yang pertama itu adalah denying , atau menyangkal. Terdapat kecendrungan bagi manusia setiap kali melihat hal yang baru, yang belum dia kenal, biasanya langsung menyangkal. Otaknya sudah secara otomastis menolak, menyangkal.
Yang kedua adalah arrogance. Arogan. Arogan. Anda pernah bertemu dengan orang yang arogan bukan? Orang yang arogan itu tidak enak dilihat. Orang yang arogan itu merasa lebih pandai dari orang lain. Dia meremehkan orang lain. Dia merendahkan orang-orang lain.
Yang ketiga adalah competitive myopia. Myopic. Myopic itu artinya ketidakmampuan untuk melihat lebih jauh. Hanya mampu melihat yang dekat.
Yang berikutnya, yang keempat adalah competency dependent . Ketergantungan pada kompetensi yang kita miliki di masa lalu. Kita berpikir kompetensi yang kita miliki akan cocok selama- lamanya.
Self-destructive habits yang kelima adalah territorial impulse . Namanya saja sudah territorial. Manusia punya kecendurungan ada otak purba di otaknya, bahwa yang mengatakan dia memiliki teritori yang tidak bisa ditembus orang lain.
Self-destructive habits yang keenam adalah complacency . Complacence. Ketika manusia sudah complacence, sudah nyaman, maka manusia cenderung tidak mau berubah. Manusia cenderung hanya mau melakukan hal yang sudah dia kenal. Complacence. Inilah yang tadi saya sebut dengan zona nyaman tadi
Terakhir yang ketujuh adalah volume obsession. Obsesi kita sedemikian besar untuk mendapatkan volume yang sebesar-besarnya, yang tanpa kita sadari sebetulnya ini lebih merusak diri kita sendiri.
Tahapan Perubahan
Perubahan itu melalui tiga tahapan. Yang pertama itu adalah melihat,
seeing . Melihat. Yang kedua adalah
moving, bergerak. Dan yang terakhir adalah menyelesaikan atau finishing .
Jadi pertama-tama itu adalah orang yang mampu melihat. Sering dikatakan 90% orang yang melihat gagal melihat. Orang orang yang melihat gagal melihat. Soal melihat itu bukan cuma dengan mata, bukan juga dengan kacamata, tetapi melihat segala sesuatu itu juga dengan pikiran kita.
Ada tiga jenis mata di sini. Mata yang pertama itu kita sebut sebagai mata persepsi, perception. Dan orang sering mengatakan perception is a reality. Mata persepsi, kita mempunyai persepsi. Ini orang baik, ini orang jahat, ini orang suci, ini orang kotor, dan seterusya. Ini adalah mata yang terendah.
Mata yang kedua adalah disebut mata probability. Jadi kita menggunakan mata kemungkinan- kemungkinan untuk melihat realitas. Itu mata kedua. Seorang pemimpin yang melihat dengan mata probability itu baru mempunyai keyakinan, “Ah barangkali bisa nih.”
Tetapi pemimpin perubahan harus memiliki mata yang ketiga. Yaitu mata yang disebut sebagai possibility,
nothing is a impossible
Mengapa Manusia Gagal Melihat Tanda Perubahan?
Pertama, Anda akan gagal melihat kalau Anda kebanyakan cahaya.
Yang kedua adalah tidak ada cahaya sama sekali.
Yang ketiga, bisa jadi perubahan itu menjadi sangat sulit orang tidak melihat karena peta yang salah.
Keempat ini adalah Anda berada di dalam sebuah terowongan.
Strategi Melihat Tanda Perubahan
Yang pertama adalah ciptakan kontras . Kalau tidak kontras tidak mudah terlihat, blur, tidak fokus. Kalau Anda cuma dikasih dua pilihan, yang satu bagus, yang satu buruk, pasti Anda mudah mengambil keputusannya. Yang kedua lakukan strategi simplicity . Ingat, dunia telah berubah menjadi dunia yang menyederhanakan. Yang ketiga, bawalah mereka piknik keluar . Buka mata mereka agar mereka melihat di tempat lain bagaimana praktiknya. Yang keempat adalah dengan menggunakan pendekatan Pareto, yaitu menetapkan prioritas . Dan yang kelima adalah Anda melakukan konfrontasi, ingatkan terus menerus.
Risiko Melakukan Perubahan
Banyak orang melihat, gagal melihat. Banyak orang setelah melihat bisa bergerak. Tapi juga ada yang gagal bergerak. Kemudian setelah bisa bergerak harus diselesaikan perubahan itu. Perubahan yang bagus itulah perubahan yang diselesaikan. Tetapi kita ketahui ada orang-orang yang tidak bergerak setelah melihat. Apa yang membuat orang bergerak? Ini menjadi persoalan. Bagaimana membuat manusia bergerak tentu saja tidak cukup hanya menggunakan motivator. Tidak cukup menggunakan orang lain.
Pertama-tama kita tentu harus membantu orang untuk mengurangi risiko. Risiko yang jauh lebih besar daripada manfaat atau benefit yang didapat akan mengakibatkan manusia tidak bergerak. Risiko apa yang dihadapi oleh manusia dalam perubahan? Saya membedakannya ke dalam enam jenis risiko atau perceived risk. Persepsi terhadap risiko.
Risiko yang pertama adalah risiko finansial. Yang kedua kita sebut sebagai social risk . Dan yang ketiga kita sebut psychological risk. Yaitu risiko psikologis. Ya biasalah, melakukan perubahan itu kan ada tekanan-tekanan psikologisnya. Kemudian yang keempat itu adalah risiko fisik . Banyak kawan saya yang tiba-tiba dipukul di tengah jalan diajak berkelahi dan anehnya dia mau pula diajak berkelahi. Ya. Persepsi tehadap risiko fisik ini perlu Anda ukur. Yang kelima adalah risiko terhadap kinerja,
performance risk. Kinerja, penampilan atau pendapat orang tentang hasil yang Anda capai. Kemudian yang terakhir itu adalah risiko waktu. Waktu. Waktu cepat habis tidak bisa diperbaharui, waktu cepat hilang, dan ini akan menghambat waktu Anda pula dalam melakukan perubahan.
Faktor Pendorong Orang Bergerak
Dalam melakukan perubahan, yang kedua setelah melihat, mereka diajak bergerak. Ketika bergerak langkah pertama adalah kita kurangi dulu persepsi terhadap risiko. Sehingga mereka nyaman untuk berjalan bergerak, masuk ke sebuah lorong yang mereka yakini jalan ini sudah aman, tidak berbahaya.
Kemudian, saya kira selain menciptakan lingkungan yang aman, yang membuat orang bisa bergerak adalah membuat perubahan ini clear.
Clarity. Membuat ini menjadi jelas bersih terang mudah untuk dijalani. Yang ketiga adalah berikan support, dukungan. Kan tidak mungkin Anda mengharapkan orang berubah tetapi support-nya tidak ada. Dan yang terakhir adalah strategi yang tertulis. Blue print strategy .
Jadi membuat orang bergerak adalah dengan membuat segala sesuatu itu menjadi lebih ringan, mudah dijalankan, jelas dan mereka dapat dukungan, ditambah lagi dengan ada sesuatu yang tertulis yang menjadi acuan kita.
Delapan Langkah Perubahan
1. Ciptakan suasana yang mendesak, sense of urgence.
2. Bentuklah koalisi perubahan, artinya kita harus mempunyai teman, punya kawan. Perubahan tidak bisa sendirian.
3. Membangun visi
4. Komunikasikan visi Anda
5. Dorong pengikut agar bertindak sesuai visi
6. Raihlah kemenangan-kemenangan jangka pendek
7. Jangan berhenti, terus lakukan perubahan
8. Lembagakan pendekatan-pendekatan baru, terapkan perubahan secara struktural
“Setiap manusia harus turut menyumbangkan satu langkah yang mengakibatkan dunia ini mengalami perubahan,,,,”

Jawaban Elegan dari Tukang Bakso

 

Renungan,,,

Assalamu’alaikum wr wb,,,,

 

terdengar suara tek,,,tekk,,,tek,,,suara tukang bakso dorong lewat.ku hentikan tukang bakso itu
Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayar
y, si mang tukang bakso memisahkan uang yg diterimay. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu saya  bertay atas rasa penasaran selama ini,,,

“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada maksud atw tujuan mang,,,?” “Iya kang, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yg sudah berlangsung hampir 17 thn. Tujuany sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yg menjadi hak Emang, mana yg menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman “.

“Maksudnya..,,,?”, saya melanjutkan bertanya,,,,

“Iya kang, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian seperti ini:

1. Uang yg masuk ke dompet, arti’y untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, arti’y untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yg ukuran sedang saja.

3. Uang yg masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yg besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat,,,,,sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yg sangat mulia. Bahkan mungkin kita yg memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.

Ia menjawab, ” Itulah sebabnya kang. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikan’y sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamay kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliky kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan n kewenangany Allah akan memberi kemampuan pada kita,,,,,“.

 

Dina hate saya

Abdi satuju mang,,,,,,,,

 

Belajar dari LEBAH

Gambar

Jadilah Seperti Lebah,,,,,

Assalamu’alaikum wr,,wb,,,,,

Bismillahirrahmanirrahim,,,

Rasulullah saw. bersabda,,,“Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).”

(Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

 

“,,,Banyak hal yang dapat dipelajari dari hewan lebah, ketekunan’y  mencari nektar sebagai contoh ketekunan dalam bekerja.

Saya melihat dari lebah yang selalu tertarik pada bunga untuk mencari makanannya, dengan instingnya dia akan tahu bunga yang dapat diisap untuk makanannya yang dapat dibuat madu.

Lebah akan mengambil manfaat dari bunga yang diisapnya,

tetapi bunga tidak dirugikan karena dengan adanya lebah maka penyerbukan bunga akan berlangsung dan bunga dapat menjadi buah.

Lebah, dalam pekerjaannya memberi manfaat bagi bunga disamping dia mendapat manfaat dari bunga yang diisap diambil nektarnya.

Sungguh indahnya bila dalam bekerja , selain kita bekerja untuk diri sendiri tetapi tidak merugikan orang lain bahkan dapat memberi manfaat lebih , dalam kondisi kita menyadari ataupun tidak menyadarinya,,,,”

 

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peranan dan tugas apa pun yang dia pikul akan selalu membawa manfaat dan maslahat(kebaikan) bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Untuk menjadikan kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera sangat memerlukann manusia-manusia seperti itu. Dalam keadaan apa sekalipun, dia akan membuat yang terbaik; apa pun peranan dan tugas yang diberikannya, dia akan menjadi manusia dan keadaan disekelilingnya menjadi bahagia dan sejahtera.

Maka, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah.

Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin, contohnya seperti ini:
Hinggap di tempat yang bersih dan menghirup apa hanya yang bersih sahaja.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat terpilih sahaja. Lebah sangat jauh berbeza dengan lalat. Lalat sangat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih yang mengandungi bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Hinggap di tempat yang bersih dan menghisap yang baik-baik.

Lebah hanya menghisap sari bunga. Sari bunga yang letaknya tersembunyi di dalam bunga sudah pasti adalah sari makanan yang baik dan menyihatkan. Ia tidak tercemar oleh debu atau sesuatu yang membahayakan yang lainnya. Lebah hanya menghisap sari bunga tertentu sahaja,bukan dari sebarangan bunga. Lebah juga memberi manfaat kepada bunga itu iaitu membantu proses penyuburan pohon tersebut.

 

Mengeluarkan yang bersih yang bermanfaat bagi lingkungan

Siapa yang tidak tahu madu lebah. Semuanya tahu bahawa madu mempunyai khasiat yang banyak untuk kesihatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah sangat kaya dengan kebaikan,sedangkan dari organ tubuh pada binatang lain, mereka hanya mengeluarkan sesuatu yang menjijikan.

Begitu juga seorang mukmin, kita haruslah menjadi manusia yang produktif dengan kebaikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan (khair), supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak lingkunga; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaatan umat.

Tidak pernah merusakdan tidak mencederakan atau melukakan kecuali apabila diganggu.

Lebah tidak pernah memulakan serangan. Ia akan hanya menyerang apabila merasa terancam atau terganggu. Untuk mempertahankan kehormatan umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepaskan sengatnya di tubuh pihak yang diserang.

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting ataubunga yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan kerosakan dalam apa-apa hal sekalipun: baik secara fizikal mahupun tidak.. Bahkan dia melakukan pembaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu.

Bekerja keras

Lebah adalah pekerja yang bekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras?

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)
Kerja keras dan semangat pantang berundur itu lebih-lebih lagi dituntut lagi dalam menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang ramai manusia yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya rugi dalam menegakkan keadilan.

Lebah bekerja secara berpasukan dan tunduk pada satu pimpinan

Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan
Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl

Semangat,,,

 Bersama sama membangun suatu perubahan,,,,,,

Rahasia SUKSES SEJATI ,,,,

Assalamu’alaikum,,,,,,,,,,,,,,

Gambar

Rahasia SUKSES SEJATI

 

Ada lima kunci untuk

menguak rahasia sukses sejati dalam hidup Anda……

 

Kunci # 1 :

The Power of Positive Mindset

 

Positive mindset adalah sikap yang mencoba melihat arah masa depan dengan spirit optimisme :

dengan sebuah keyakinan bahwa keberhasilan pada akhirnya bisa direngkuh.

 Positive mindset adalah juga sebuah sikap yang selalu berikhtiar melihat sisi positif dari beragam tantangan hidup, apapun jenis tantangan itu.

 Positive mindset adalah sejenis watak yang senantiasa berfokus pada bright spots – dan  bright spots – dan bukan selalu mengeluh atas beragam keadaan.

Pada akhirnya, positive mindset adalah soal belief, soal mentalitas, soal keyakinan bahwa saya memiliki kekuatan untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Belief that sucess is my right,,,,,,

 

Kunci # 2 :

Fighting Spirit. Persistence. Endurance.

 

Kejarlah impian Anda dengan persisten :

dengan kegigihan,  kegigihan, dengan keuletan dan dengan ketekunan dengan ketekunan.

Kita tahu, banyak orang membentur kisah kegagalan bukan karena mereka bodoh atau tak punya bakat. Bukan itu.

Mereka gagal  Mereka gagal karena menyerah di tengah jalan. Quit tengah jalan. Quit.

Berhenti dan tak mau meneruskan lagi upayanya dengan gigih.

 Orang bijak belajar dari kesalahan dan kegagalan yang mereka lakukan, dan kemudian berproses untuk kembali menemukan jalur pencapaian tujuan hidup mereka.

Ditengah tantangan yang terus mengerang dan jalan kehidupan yang terjal penuh tikungan, mereka terus menderapkan kaki :

sebab mereka percaya pada akhirnya, cahaya  akhirnya, cahaya kesuksesan kesuksesan

itu pelan itu pelan–pelan bisa  pelan bisa dinyalakan.

 

Mereka terus berjuang dengan persisten. Dengan penuh passion.

““And we’ll keep on fighting till the end,,,,””..

 

Kunci # 3 :

Learning Spirit. Everyone is teacher. Everyplace is school.

 Learning Spirit. Sebuah spirit untuk terus belajar mengembangkan kompetensi diri.

Sebab selalu ada celah untuk terus memekarkan untuk terus memekarkan potensi dan kapasitas diri.

Sebab selalu ada jalan untuk merekahkan pengetahuan, mengasah ilmu dan merajut ketrampilan.

Aliran ilmu terus mengalun, dan kemajuan pengetahuan terus bergerak.

Lalu kalau kita tidak memiliki kegairahan untuk terus memetik sejumput ilmu,

bukankah kita hanya akan menjadi manusia manusia rongsokan,

yang out of date?

 

Kunci # 4 :

Do GOOD Things in Your Life.

Tebarkan Benih Kemuliaan. Hamparkan bibit kebajikan.

Bentangkan selalu benih-benih kebajikan dalam hidup:

jujur dalam bekerja, mencari rezeki yang halal dan barokah, menjadi teladan perilaku yang baik bagi anak-anak, menebar salam dan senyum pada sesama

,,,,,and on and on,,,,

Bentangkan selalu benih-benih kebajikan dalam hidup:

jujur dalam bekerja, mencari rezeki yang halal dan barokah, menjadi teladan perilaku yang baik bagi anak-anak, menebar salam dan senyum pada sesama

,,,,and on and on,,,,

Hamparkan pula benih-benih kemuliaan dalam hidup : tekun

bersedekah pada anak yatim, membantu sanak saudara dengan

hati lapang, dan selalu ringan tangan dalam menolong sesama.

The more you give. The more you get.

 

Dan selalu layangkan doa dengan penuh khidmat demi keselamatan ayah dan ibu :

yang selama ini telah membesarkan Anda. Dengan gigih. Tanpa kenal lelah.

Bersujudlah. Lantunkan doa agar mereka berdua selalu

berada dalam lindungan-Nya,,,

 

Kunci # 5 :

Rajutlah kedekatan spiritual dengan Sang Ilahi

 Pada akhirnya, sukses yang paling hakiki hanya, dan hanya bisa direngkuh melalui kedekatan kita pada Sang Ilahi,

Sang Maha Pemberi Rezeki.

Karena itu, bangunlah kebiasaan untuk dekat dengan Allah SWT :

• Rajin membaca atw memahami Al Quran

• Selalu berupaya shalat berjema’ah

• Tekun membaca dzikir

• Istiqomah dalam menjalankan ritual shalat tahajud

 

 

Itulah 5 Kunci meraih Sukses

Sejati :

1. Build Positive Mindset

2. Be Persistence 2. Be Persistence

3. Develop Learning Spirit

4. Do Good Things in Your Life

5. Be Closer to Allah SWT

 

Renungkan kembali lima kunci itu dengan seksama.,,,,

Lalu, PRAKTEKKAN dengan penuh Kesungguhan,,,,,,,

Jika kita semua mempraktekkan  Jika kita semua mempraktekkan lima kunci itu dengan istiqomah,

Insya Allah kita semua akan meraih sukses yang hakiki.,,,,,

 

“Sampaikanlah kebenaran, meski satu ayat”

,,salam ukhuwah,,

Wassalam,,,

 

Baca lebih lanjut

make me strong,,,,,,

sebening tetesan embun pagi secerah sinarnya mentari
bila ku tatap wajahmu ibu
ada kehangatan di dalam hatiku

air wudhu selalu membasahimu ayat suci selalu dikumandangkan
suara lembut penuh keluh dan kesah
berdoa untuk putra putrinya,,,,

ibu,,, engkaulah wanita yang ku cinta selama hidupku
maafkan anakmu bila ada salah pengorbananmu tanpa balas jasa

ya Allah ampuni dosa’y,,,,Gambar
sayangilah seperti menyayangi saya
berilah ia kebahagiaan di dunia juga di akhirat,,,,