Arsip

pemburu lebah

pemburu lebah

pengalaman yg sangat menarik buat saya betapa besar arti lingkungan untuk membuat hidup lebih hidup,,,

Iklan

Ada sesuatu di sana,,

Gambar

Masih tetap berdiri disini

 

 

Assalamu’alaikum wr wb,,,,

Sejak beberapa tahun lalu, ide menulis menuangkan semua kegelisahan pikiran ini selalu saja menggoda saya untuk menuliskan’y dan membagi’y pada semua. Tulisan ini dimaksudkan agar saya bisa memahami dalam-dalam dan tidak merasa asing dengan makna’y,,,,,

Terkhusus untuk mereka yang selalu menyemangati saya, mengingatkan saya bahwa beginilah sesungguh’y hakikat dari jalan yang sedang ditempuh bernama “Dakwah”. Juga untuk mereka yang tidak pernah dibatasi dengan jarak, waktu dan kesibukan’y. Untuk mereka yang mampu mengantarkan anak-anak “manusia” kepada jalan penuh dengan cahaya,,,, rahmat dan hidayah dariNya. Mereka yang berpeluh-peluh keringat, berlelah-lelah mengorbankan pikiran, tenaga, dan waktu’y untuk membuat segala persiapan, perencanaan, strategi, konsep, solusi hanya untuk dakwah yang mereka lakukan karenaNya,,

Bismillah,,,

Pernah gak mendapat surat cinta,,,,? Surat cinta yang dikirim dari “yang amat spesial”bagaimana ya rasa’y,,,? Kemudian setelah mendapat surat cinta itu berapa kali dalam sehari kita membaca’y,,,?

Jika surat yang diberikan itu berupa pemberian harapan,,, memantapkan keyakinan,,, menghapuskan segala keraguan,,,, menghilangkan kekhawatiran dan memberikan banyak janji kenikmatan,,,,,bukankah sudah tentu dari kita ingin sekali mendapatkan pembuktian dan jawaban’y,,,,,?? Dan berharap penuh mendapatkan’y,,,?? Atau ada yang tidak ingin mendapatkan surat cinta dari “yang amat spesial”,,,,,??

Begitulah tentang harapan, kepekaan dan penantian jawaban yang dirasakan Umar Bin Abdul Azis saat dia membaca surat cinta yang dikirimkan oleh sang pencipta alam semesta. Surat cinta itulah yang kemudian membuatnya diam sejenak dalam setiap ayat-demi ayat yang dia baca. Ketika ditanya alasan’y,,, Umar bin Abdul Azis menjawab,,, aku ingin menikmati jawaban Rabbku

Seandainya saja kita bisa memahami dengan betul apa yang membuat sekaliber Umar Bin Abdul Azis sedemikian yakin bahwa surat cinta’y pasti mendapatkan jawaban dari RabbNya. Maka sudah tentu bukan kita pun ingin sekali mendapatkan jawaban, nikmatnya tatkala Allah menjawab semua harapan, permintaan kita,,,tentang apa saja,,, pengharapan untuk dunia dan akhirat kita.

(Siap-siap dehh buat surat cinta melalui list doa-doa  yakinlah suatu saat surat cinta dan doa itu mendapatkan jawaban’y dan nikmatilah penantian’y,,,,)

Dan seandainya saja hati kita senantiasa dapat merasakan bahwa Allah benar-benar menjawab segala penantian dan harapan kita, dan Allah bahkan sudah lebih dahulu menjawab’y melalui ayat demi ayat dalam surat cintaNya, pastilah hati kita sudah terbang kegirangan dan itulah fitrah!!

Anda tau, apa yang sebenar’y diharapkan oleh Umar bin Abdul Azis dalam setiap doa-doa harapan’y,,,,??

Harapan’y sederhana! Sangat sederhana,,,, tapi sangat dalam makna’y,,,

Setiap kali membaca Arrohmanirrohim dalam shalat’y, beliau akan selalu teringat dengan rahmat dan nikmat Allah yang melimpah diberikan kepada seluruh umat’y,,,,

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)

Dan pengharapan yang tulus saat membaca ayat ke-6 dari surat Al-Fatihah “Ihdinaassyirotholmustaqiim” memohon dikaruniai sahabat, saudara, teman yang shalih… mengingat kembali orang-orang beriman, bertaqwa yang hidup bersamanya atau bersama kita, dan berdoa agar Allah selalu meneguhkan mereka, meneguhkan kita di atas jalan tersebut. Karena tiada yang dapat meneguhkan dan membimbing langkap pada jalan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, kecuali Allah. Perasaan itulah yang kerap membuat Umar bin Abdul Azis bertambah dekat padaNya, dan semakin besar harapan untuk mendapatkan rahmat-Nya serta semakin rasa takut padaNya.

Pada ayat berikut’y ia juga meminta, agar dijauhkan dari saudara, sahabat, teman yang jahat,,, karena Allah sebaik-baik penjagaan dan pemberi makar! Serta meminta agar Allah menetapkan kita sebagai bagian dari orang-orang yang istiqamah di jalanNya,,,,

Adakah di antara kita yang tidak ingin mendapatkan nikmat saat Allah menjawab semua surat cinta dan doa-doa kita,,,,,,???

Menikmati jawaban dari nikmat yang Allah janjikan kepada kita salah satunya dengan terus beramal,,,, dengan terus bergerak,,,, dengan terus berdakwah karena itulah bukti bahwa kita bersyukur saat Allah perlahan-lahan menjawab pengharapan nikmat kita dan beginilah cara kita menikmati nikmat jawaban yang Allah janjikan,,,

Orang orang yang beristiqamah di jalan Allah akan mendapatkan buah yaitu keteguhan hati

Sungguh, ada banyak ribuan teladan orang-orang shalih di sekitar kita bahkan Al-Quran sudah sangat jelas memvisualisasikan ribuan teladan dan keteladanan mereka dari masa lalu hingga masa sekarang, termasuk ribuan perilaku buruk yang dapat menjadi pelajaran untuk kita.

Saudaraku, dalam keadaan apapun, bagaimanapun dan kapanpun semoga dakwah tidak  pernah lepas dari keseharian kita agar hidup kita selalu bersama dan dalam naungan Al Islam,,,

 

Semoga menjadi penyemangat gerak kita,,,

Teruslah berjalan ada sesuatu disana,,,,,,,,,,,,

https://www.facebook.com/pages/Dis-fathshop/130879237089907?ref=hl

Izinkan Saya Jadi Imammu,,,

Proposal Nikah 

Gambar

 

Bandung, 7 agustus 2013

Bismillahirrohmanirrohiim,,,,,,,,,,,

jadikanlah aku umat-Mu yang berakhlak mulia seperti akhlak Rasulullah, akhlak yang Engkau ridhoi,,,

 “Rabbi hablii milladunka zaujan (zaujatan) thayyiban wayakuna
shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah”


“Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan(suami/istri) yang
terbaik dari sisi-Mu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”. (HR. Bukhari)

=>prolog

Akad Nikah di dalam Islam tidaklah seperti akad-akad biasa.Al-Quran mengungkapkan pernikahan ini dengan tiga sebutan.Pernikahan adalah âyat (tanda kekuasaan Allah) sekaligus ‘uqdah (simpul ikatan) dan juga mîtsâqun ghalîzh (janji yang berat).Akad Nikah dalam Islam adalah ayat (tanda-tanda kekuasaan Allah Swt.). Al-Quran banyak berbicara tentang ayat-ayat kekuasaan Allah Swt., dan seringkali kemudian diawali atau diakhiri dengan puji-pujian kepada Allah Swt..Hal ini mengisyaratkan bahwa Al-Quran mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri ayat-ayat Allah itu dengan banyak beribadah dan melantunkan puji-pujian kepada-Nya.Karena semua itu adalah nikmat Allah bagi kita. Di dalam surat Ar-Rûm disebutkan bahwa Nikah adalah salah satu ayat Allah Swt..Ayat, karena Allah menciptakan mahluk secara berpasang-pasangan.Ayat, karena Allah telah meletakkan kedamaian, cinta dan kasih sayang di antara pasangan suami dan isteri, dan ayat ini tentunya harus disyukuri karena merupakan nikmat yang sangat agung. 

Akad dalam adalah bahasa Arab berarti ikatan janji. Di dalam Islam janji adalah sesuatu yang wajib ditepati, sebagaimana perintah Allah Swt. dalam Al-Quran surat Al-Maidah:1, “Wahai orang-orang yang beriman penuhilah janji-janjimu.” Setiap ikatan janji tentunya akan melahirkan hak-hak dan kewajiban di antara kedua belah pihak yang berjanji. Akad juga berarti mengikat atau menyimpulkan. Maka yang melakukan akad nikah berarti keduanya telah mengikat simpul ikatan patner hidup bersamasama mengabdikan Diri kepada Alloh dalam satu cita cita tegaknya Al Islam di muka bumi. . Ikatan hubungan yang akan diteruskan kelak di syurga,,,,

Jika menepati konsekuensi akad secara umum diwajibkan, maka memenuhi hak dan kewajiban yang terlahir dari akad nikah tentunya lebih diwajibkan lagi.Sebab akad nikah adalah sebuah ikatan perjanjian yang suci dan agung antara suami dan isteri, bukan sekedar janji biasa. Karena ia marupakan ikatan janji yang suci dan mulia, tentunya akad ini akan melahirkan hak dan kewajiban yang suci dan mulia pula. Dan jika hak dan kewajiban tersebut tidak ditepati dan dilaksanakan maka akan berakibat kebalikan dari suci dan agung bagi pelaku akad ini, yaitu kenajisan dan kehinaan.

Di dalam Al-Quran Allah Swt. menyatakan Akad Nikah dengan sebutan mîtsâqun ghalîzh (janji yang berat).Padahal kata mîtsâqun ghalîz ini sendiri di dalam Al-Quran disebutkan hanya tiga kali. Pertama, untuk akad pernikahan (An-Nisâ: 21). Kedua, perjanjian antara para nabi dengan Rabb-Nya, untuk menyampaikan risalah Allah, seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al-Ahzâb ayat tujuh. Kemudian dalam ayat kedelapan Allah menjelaskan bahwa janji ini adalah untuk menguji siapa yang sungguh-sungguh dalam menepatinya.Ketiga, janji Bani Israil terhadap Allah Swt. untuk mengemban risalah tauhid di atas dunia.Janji yang karenanya Allah mengangkat gunung untuk ditimpakan di atas kepala Bani Israil sebagai ancaman bagi mereka yang tidak mau menepati janji. Namun mereka kemudian tidak menepati janji, sehingga mendapatkan laknat dari Allah Swt,,,,,,,

Pernyataan bahwa akad nikah adalah mîtsâqun ghalîzh, tentunya mengisyaratkan bahwa hubungan suami isteri yang merupakan hubungan yang berkonsekuensi besar seperti konsekuensi janji para nabi dan bani Israel di atas.Siapa saja yang menepati janji itu, maka dia tergolong orang yang jujur dan benar serta berada dalam jalan yang lurus. Sedangkan siapa yang tidak menepatinya, dalam arti tidak menjalankan hak dan kewajiban yang merupakan kosekuensi dari akad tersebut, maka ia pantas mendapatkan laknat Allah Swt,,,,,,,, na’udzubillahi

 

=>Latar Belakang

Menikah adalah dambaan bagi setiap insan. Khususnya para pemuda Muslim, menikah merupakan sarana untuk menyempurnakan separuh agamanya. “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani).

Yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita menuju mardlotillah dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita,,,,,,,amin

sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu,,,,,”.

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis yaitu: Menikah Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya,,,,,Na’udzubillaah !Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).

=>Dasar Pemikiran

Dari Al Qur’an dan Al Hadits :

 >  “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA, Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

>  “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

> ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨(Qs. Yaa Siin (36) : 36).

>  Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

> Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

>  Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

> Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).

> Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

> Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).

>  Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).

> Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

>  Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

>  Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).

> Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).

> Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

>  “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / pemudi yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”

> “Wahai generasi muda !Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.”(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

>  Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).

> Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

> Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).

> Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

> Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).

> Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).

> Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

=>Tujuan Pernikahan

.> Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.

>  Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.

>  Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.

>Mendapatkan cinta dan kasih sayang.(Alloh & Rosu-Nyal beserta orang2 mu’min)

>Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri(Qs. Al Israa’ : 32)

>Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).

>Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan “Ukhuwah Islam”

=>Kesiapan Pribadi

>Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : Man Jadda Wa Jadda (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).

> Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).

> Termasuk tathhir (mensucikan diri).

> Secara materi, Insya Allah siap. “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya¨ (Qs. At Thalaq (65) : 7) JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA, Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24 : 32)

Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad)

 “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi),,,Astaghfirullahaladzim,,,Na’udzubillahi min dzalik

Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan:

• Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb • Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya.Bukan di campuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali,,,,,(bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.) Amin,,,,,,,,,

=>Memperbaiki Niat :

Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping

Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina.Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas.Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya.Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”.(HR. Ibnu Majah).

Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).

Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.”(HR. Muslim dan Tirmidzi).

Niat dalam Proses Pernikahan Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping.Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan.Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah.Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).

Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih).

Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad).

Nabi SAW pernah berjanji : “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.”(HR. Ashhabus Sunan).

Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya”(Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah.. Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat.

 (HR. Bukhari dan Muslim) Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah.Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah.Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah,,,.Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah. Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (“Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya(berhiasnya) jahiliyah yang pertama” – Qs. Al Ahzab (33),

=>Ingin Meraih Pernikahan Ruhani (kebahagiaan yang hakiki)

Yang saya pahami:Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam cita citanya, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hati’y  Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah. Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan tegak’y Al Islam. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan dakwah menuju (tegak’y Al Islam). Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani dalam pandangan saya,,,,

=>Penutup

demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tulis,,,,,,,

“Jazakumullah Khairan katsiira”.

“Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin saya menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan,,,,,,,”

====================================

My inspiration

Saat langkah ada didunia,, Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidloMu,, jadikanlah kami hamba dan pejuang sehingga meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus kami titi,,,,

” Saat Cinta dan Rindu tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah,,,,,,,”amien ya rabb

=====================================

Tegaklah dengan keyakinan dan perjuangan karena makna hidup terletak pada keyakinan dan perjuangan,,,,

Kemenangan dan kejayaan hakii hanya akan diberikan kepada para pejuang yang rela berkorban, kuat menahan penderitaan dan kepapaan,,,,,,,

Bahagia dan sa’adah hanya akan di rasakan oleh orang orang yang membela keyakinan,,,,,

Terkadang cita cita yang besar berawal dari mimpi, mimpi menetes menjadi renungan, yang berbuah semangat perjuangan yang menggerakkan haroqi cita citanya, dari langkah ke langkah dalam bingkainya.,,,

Idealnya seseorang memang harus memiliki cita cita,punya konsep hidup. Sehingga ada agenda besar dalam dirinya yang akan dia wujudkan.

Hidup adalah sesuatu yang besar, yang harus  diperjuangkan oleh setiap insan. Karena itulah yang akan membedakan dirinya dengan hewan, hewan yang hanya sekedar cari makan. Bahkan gajah mati pun meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusiapun mati meninggalkan Karya.karya itulah yangg akn di lanjutkan oleh para generasi kita dikemudian hari.

Ya Allah! Engkau adalah rabbku

tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau

Engkau-lah yang menciptakan aku

aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu

aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat

aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku

oleh karena itu ampunilah aku

sesungguhnya tiada yang mengampuni dosaku kecuali Engkau,,,,,,, Guide Me All The Way,,,,,,

Kesadaran Keluarga

 Gambar

“Rabbi hablii milladunka zaujan (zaujatan) thayyiban wayakuna
shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah”

“Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan(suami/istri) yg
terbaik dari sisi-Mu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami
dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”. (HR. Bukhari)

Seorang Mujahid seharusnya mampu membagi waktunya secara proporsional menjadi 4 bagian. Yang pertama adalah waktu yang ia sisihkan untuk Robbnya. Yang kedua adalah waktu yang dia sisihkan bagi dirinya. Yang ketiga bagi keluarganya dan yang keempat adalah waktu yang ia pergunakan bagi kepentingan perjuangan,,,

Waktu bagi Robbnya bisa antum baca pada kesadaran – 2 yaitu kesadaran Ibadah. Sedangkan waktu yang kedua yaitu waktu yang ia peruntukan bagi dirinya adalah waktu-waktu yang bisa dimanfaatkan oleh Mujahid untuk memandaikan diri. Gambaran konkritnya bisa antum baca pada kesadaran – 1 : Kesadaran Ulul Albab. Sedangkan waktu yang ketiga yaitu waktu yang antum harus sisihkan bagi keluarga bisa antum ikuti pada tulisan kali ini.

Berkenan dengan keluarga,  اللهانشا Rosul pernah bersabda : “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku”.Jadi keluarga bagi Mujahid merupakan tempat pertama dimana segala ketauladanan, uswah, contoh mulai dibangun dan dikembangkan. Karena itu wahai Mujahid, berbaik-baiklah antum dengan keluargamu sebab ia merupakan cerminan dirimu. Antum harus menyadari bahwa antum sekarang sedang mempersiapkan sebuah persemaian, sebuah ladang yang kelak bakal lahir generasi pelanjut perjuangan. Karena itu ia memerlukan kepiawaian berupa kebaikan dan ketakwaan (QS 2:223) di dalam menyagainya. Ia membutuhkan perawatan yang sungguh-sungguh dari tangan-tangan Mujahid yang mengkhawatirkan akan lahirnya generasi yang lemah menghadapi lawan (QS 4:9). Ia membutuhkan Mujahid yang menginginkan lahirnya generasi Robbani (QS 3:79) yaitu generasi yang memiliki prinsip hidup mulia dalam naungan Islam atau kalau tidak, mati syahid di dalam memperjuangkan kemuliaan tersebut.

Karena itu kepada seluruh Mujahid yang telah berumah tangga, sadarilah bahwa apa yang الله berikan kepada antuma (antum berdua) berupa istri atau suami yang bagaimanapun keadaannya, maka tugas kalian adalah saling menguatkan satu sama lain. Mungkin pasangan antum bukanlah apa yang antum idolakan tetapi الله telah menetapkan yang terbaik untuk antum. Kalau mau dicari kekurangan dan kelemahannya maka tidak akan pernah ada habis-habisnya. Akan tetapi kalau mau saling menambal kekurangan, maka itulah yang semestinya dilakukan (QS 2:187).Antum pakaian bagi dirinya dan dia pakaian bagimu.Pekerjaan yang mengasyikkan dan tidak membosankan adalah manakala kita melakukan pekerjaan saling memperindah pakaian kita masing-masing.Bukankah kita tidak menyukai kalau pakaian kita Nampak bolong atau sobek atau lusuh?Adakah kita memperlakukan pasangan kita seperti kita memperlakukan pakaian kita?

Kepada Mujahid yang masih sendirian cepat-cepatlah antum menikah. Sebab menunda menikah berarti juga memperlambat proses idharut tandzim. Kalau antum terhalang karena kemiskinan maka اللهakan memampukanmu dengan karunia-Nya (QS 24:32). Kalau antum keberatan menikah karena merasa bahwa akhwat yang “di dalam” belum memenuhi “selera” antum maka sesungguhnya antum telah menelantarkan “asset” Negara. Menelantarkan asset Negara berarti pula mengingkari langkah perjuangan yang sedang kita bangun. Antum seperti membiarkan tempat-tempat  persemaian yang sudah siap di tanam sehingga menjadi mengering dan hilang daya juangnya. Antum telah menyebarkan rasa ketidakpastian menggelayuri mereka sehingga boleh jadi doa-doa pengiring perjuangan menjadi terhambat lantaran adanya hamba-hamba الله yang terdzolimi yang mereka berdoa sehingga doa-doa merekalah yang  الله lebih perhatikan.

Kepada Mujahidah yang belum menemukan jodohnya bersabarlah sebab “kesabaran itu lebih baik” kata “الله  (QS 4:25). Mungkin anti bosan mendengar kata sabar ini.Tetapi itulah kata-kata kunci bagi setiap Mujahid. Untuk Ulil Amri الله  uji dengan keadilan, untuk ahli ibadah, الله  uji dengan keikhlasan sedang untuk Mujahid الله uji dengan kesabaran. Kesabaran tidak memiliki batas waktu, sebab kesabaran datangnya dari الله (QS 16:127) yang kekal. Oleh sebab itu disela-sela doa malammu yang panjang selipkan doa tentang estafeta perjuangan ini, selipkan doa agar para Mujahid yang masih lajang segera menyadari tanggung jawabnya, selipkan doa agar para aparat dapat mengemban amanah terutama amanah untuk mencetak keluarga idaman perjuangan dan selipkan doa agar الله senantiasa membimbing kita di jalan-Nya, Shirrotol mustaqim. Doa dari anti yang “teraniaya”,  الله انشا , الله kabulkan tanpa hijab,,,,,,

“Jazakumullah Khairan katsiira”.

“Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin saya menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan,,,,,,,”

====================================

My inspiration

Saat langkah ada didunia,, Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidloMu,, jadikanlah kami hamba dan pejuang sehingga meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus kami titi,,,,

” Saat Cinta dan Rindu tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah,,,,,,,”amien ya rabb

=====================================

Tegaklah dengan keyakinan dan perjuangan karena makna hidup terletak pada keyakinan dan perjuangan,,,,

Kemenangan dan kejayaan hakii hanya akan diberikan kepada para pejuang yang rela berkorban,kuat menahan penderitaan dan kepapaan,,,,,,,

Bahagia dan sa’adah hanya akan di rasakanoleh orang orang yang membela keyakinan,,,,,

Terkadang cita cita yang besar berawal dari mimpi, mimpi menetes menjadi renungan, yang berbuah semangat perjuangan yang menggerakkan haroqi cita citanya, dari langkah ke langkah dalam bingkainya.,,,

Idealnya seseorang memang harus memiliki cita cita,punya konsep hidup. Sehingga ada agenda besar dalam dirinya yang akan dia wujudkan.

Hidup adalah sesuatu yang besar, yang harus  diperjuangkan oleh setiap insan. Karena itulah yang akan membedakan dirinya dengan hewan, hewan yang hanya sekedar cari makan. Bahkan gajah mati pun meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusiapun mati meninggalkan Karya.karya itulah yangg akn di lanjutkan oleh para generasi kita dikemudian hari.

Ya Allah! Engkau adalah rabbku

tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau

Engkau-lah yang menciptakan aku

aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu

aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat

aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku

oleh karena itu ampunilah aku

sesungguhnya tiada yang mengampuni dosaku kecuali Engkau,,,,,,, Guide Me All The Way,,,,,,

Ketika Sampai pada titik jenuh,,,

Tiap manusia memiliki tingkat kelemahan dan kekuatan yang berbeda satu sama lain, itulah salah satu kekuasaan Allah. Ada manusia yang baru diberi cobaan yang menurut yang lain tidak seberapa besar, tapi menurutnya cobaan itu sudah melampaui batas kekuatannya sebagai manusia, atau bahkan sebaliknya.

Saya jadi teringat kisah para Nabi dan Rasul, Nabi Nuh as pernah merasakan bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi membimbing kaumnya yang selalu ingkar, bahkan beliau berdo’a kepada Allah agar kaumnya diberi adzab agar hanya tersisa orang-orang yang beriman saja lagi. Tapi doanya tidak dikabulkan Allah. Atau kisah Nabi Yunus as, ketika dakwahnya selalu ditolak oleh kaumnya yang ingkar, beliau sempat lari dan meninggalkan kaumnya. Namun Allah kemudian memberikan tarbiyah melalui teguran yang subhanallah,,,

Nabi Yunus as dimakan dalam keadaan hidup oleh seekor ikan besar ketika beliau sedang tertidur, beberapa hari beliau terkurung di dalam perut ikan itu, hingga disanalah beliau merenung dan menyadari kesalahannya, kemudian beliau berdoa seraya bertasbih “ Lailaha illallah subhanaka inniquntu minadzalimin “. Setelah itu Allah baru mengeluarkannya dari perut ikan dan Nabi Yunus as kembali pada kaumnya yang ingkar untuk di dakwahi,,,

Jika boleh saya katakan, cerita Nabi Nuh as dan Yunus as tadi adalah saat-saat dimana mereka mengalami yang namanya titik jenuh,,,
Meski mereka ada Nabi dan Rasul yang tingkat keimanannya diatas rata-rata, namun ada saat dimana kodrat kemanusiaannya hadir, yaitu mengeluh. Tapi kemudian Allah menunjukkan jalan sekaligus teladan bahwa rasa jenuh itu bisa dihilangkan. Rasulullah SAW adalah manusia sempurna, tingkat keimanan, ketaqwaan dan kesabaran beliau jauh melebihi seluruh manusia yang ada di muka bumi.
Potret kehidupan beliau juga sungguh penuh keprihatinan sekaligus kekaguman, sehebat apapun rintangan di depannya, Rasulullah tetap pada titik kesabarannya, dan titik itu tidak pernah sampai pada titik jenuh, bahkan melonjak hingga ke titik kesabaran yang paling tinggi,,,,,

Bagaimana dengan kita sekarang?Berbicara dalam hal ini. Namun, terkadang rintangan yang tidak sebesar itu ternyata mampu membuat sbgian kader sampai pada titik jenuh.

Jenuh saat melihat umat tak juga sadar akan kesalahannya, jenuh saat risalah yang dibawa tak dihiraukan oleh umat, jenuh saat problematika umat semakin kompleks, dan jenuh saat satu persatu kader  akhirnya berguguran ditengah perjuangan, hingga akhirnya sampai pada titik kekufuran.

Dan saya pun merasakan hal itu sekarang, akhirnya tingkat kesabaran saya bukan semakin naik, tapi malah menurun. Tapi kemudian kita kembali pada kamus hidup kita, Al Qur’an. di dalam al qur’an Allah sudah menyapa

“ Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas, janganlah kamu berputus asa dari rahmatKu…” (QS. Az Zumar 53). Disanalah Allah sudah mewanti-wanti agar kita tidak boleh berputus asa, karena rahmat dan kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada keputus asaan yang ada.

Disanalah Allah memerintahkan agar kita tetap menjadi sosok yang kuat sebesar apapun rintangan yang kita hadapi, karena Allah sudah menjanjikan rahmat dan pertolonganNya bagi mereka yang bersabar dan tidak melampaui batas,,,,,

Semoga ini bisa menjadi perenungan, terutama bagi saya sendiri yang sedang merasa di titik jenuh. Yang pasti saat berada di titik jenuh, ada rasa ingin lari, namun saya yakin, bukan penyelesaian yang akan saya dapatkan, tapi justru kerugian yang amat besar. Saat Allah sudah menghamparkan jalan menuju keridhoanNya, saya justru berbalik arah dan memilih jalan lain,
naudzbillah, semoga itu tidak terjadi.

Wallahualam bish shawab.

 

20 sept 2013, akhir dari sebuah cerita,,,,,,,

(2004-2010-2013) “make me strong” udara kini telah berubah antara hitam dan putih masa lalu,,, akhir dari sebuah cerita mengukir babak baru di awali dengan niat dan di awali oleh langkah-langkah untuk sebagai pelengkap penghapus dan pensil yang selalu memperbaki serta mengukir karya-karya baru yang terbaik menuju hari yang cerah (2013 – jangalah bersedih lihatlah kedepan ada sesuatu disana,,,,,,,,,)
“ambillah sebuah keputusan dengan yakin,apabila kita ragu-ragu, sebenar’y kita sedang meyakini untuk gagal,,,,,”
href=”https://disfathshop.files.wordpress.com/2013/09/33640_160404233989822_7811235_n1.jpg”>Gambar