RICE BRAN : Kandungan dan Manfaat

Nah, mari kita mulai dengan super antioksidan Rice Bran, khususnya vitamin-E kompleks. Rice Bran merupakan sumber vitamin-E kompleks dan tocotrienol yang baru ditemukan, senyawa tokoferol umumnya disebut vitamin-E . Senyawa-senyawa tocotrienol lebih kuat 40-60 kali dibandingkan antioksidan lainnya.
Selanjutnya, mari kita lihat unsur khusus lain dari Rice Bran yang disebut asam lipoic . Lipoic acid merupakan senyawa yang membantu dalam proses produksi energi di otot, juga merupakan bagian penting lainnya dari sistem antioksidan.
Lipoic acid mengarahkan kalori ke dalam system produksi energi dan menghambat sistem produksi lemak . Lipoic acid dikenal sebagai “antioksidan universal” yang secara langsung dan tidak langsung membantu melindungi setiap komponen tubuh dari kerusakan stres oksidatif .
Rice Bran merupakan gudang nutrisi dalam bulir padi – Rice Bran mengandung protein, mineral, vitamin dan lemak nabati. Gudang nutrisi dari padi yang menyediakan nutrisi yang paling penting dari tanaman padi yang diperlukan dalam pengembangan sistem kekebalan tubuh, sistem peredaran darah dan fungsi metabolik penting lainnya.
Bagi yang sudah terbiasa dengan super food tentu tahu semua tentang produk ini, memberikan spektrum vitamin E yang penuh. Rice Bran adalah salah satu makanan dengan kepadatan nutrisi yang tinggi dari alam.Bila dikombinasikan dengan madu dan Bee Pollen merupakan nutrisi yang luar biasa untuk mendukung kesehatan Anda.
Rice Bran adalah salah satu sumber pitosterol alami tertinggi di alam. Pitosterol membantu mengurangi kolesterol dengan mengurangi lipid (lemak) yang beredar dalam aliran darah. Pitosterol merupakan senyawa yang kuat sebagai zat anti-inflamasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi kerentanan terhadap infeksi. Pitosterol juga membantu mencegah kanker dengan cara menghambat pertumbuhan sel abnormal. Manfaat berikut pitosterol telah ditunjukkan oleh kutipan ilmiah:
Mengurangi kolesterol total
Menghambat sintesis LDL-C
Mengurangi BPH (benign prostatic hyperplacia)
Memberikan efek anti-inflamasi
Menghambat pertumbuhan sel kanker payudara
Menghambat sel kanker kolon
Membantu dalam pencegahan Kanker
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Rice Bran juga merupakan sumber tocotrienol yang baik. Manfaat berikut tocotrienol telah ditunjukkan oleh kutipan ilmiah:
Mengurangi kolesterol total dan LDL
Mengurangi risiko kanker secara keseluruhan
Sejauh ini, penggunaan yang paling menjanjikan adalah melawan diabetes, kolesterol tinggi, kelainan hati, gangguan pencernaan dan penyakit kardiovaskular.
14 Manfaat Bekatul untuk Kesehatan Tubuh
Apa yang terlintas di benak kita ketika mendengar kata bekatul? Dedak, berbau tengik, limbah padi yang apek, makanan ternak, kotor. Sebagian besar masyarakat menyamakan bekatul dengan dedak. Padahal, bekatul dan dedak itu berbeda. Dedak adalah limbah penggilingan/penumbukkan padi yang pertama. Sementara bekatul adalah sisa penumbukkan/penggilingan padi kedua (kulit ari beras). Saat padi digiling, kulit padi yang biasa kita kenal dengan gabah akan terpisah dari bulirnya. Butiran nasi yang biasa kita makan disebut endosperma beras. Bekatul adalah lapisan yang melapisi endosperma. Bubuk bekatul ini umumnya berwarna cokelat muda dan memiliki rasa agak manis.
Kandungan Bekatul Padi
Berikut adalah kandungan vitamin dalam bekatul padi dalam kadar, ppm (berat kering). Ppm (part per milion) sama dengan mg/kg. Daftar ini bersumber dari Barber dan Benedito de Barber, 1980.
Vitamin A = 4,2
Vitamin B1 (Tiamin) = 10,1 – 27,9
Vitamin B2 (Riboflavin) = 1,7 – 3,4
Vitamin B3 (Niasin) = 236 – 590
Vitamin B12 = 0,005
Vitamin E (tokoferol) = 149
Biotin = 0,16 – 0,60
Inositol = 4.627 – 9.270
Piridoksin = 10,3 – 32,1
Kolin = 1.279 – 1.700
Asam Pantotenat = 27,7 – 71,3
Asam Folat = 0,50 – 1,46
p-Asam Aminobenzoat = 0,75

Cukup banyak bukan kandungannya, untuk info pemesanannya hubungi aja WA: 081214621949

Bekatul ini banyak digunakan untuk berbagai pengobatan penyakit. Berikut ini diantaranya :

1. Menurunkan Kolesterol Jahat
Yang berperan penting turunkan kolesterol adalah kandungan tokotrienol. Tokotrienol berfungsi menghambat kerja enzim yang bisa menimbun kolesterol di tubuh. Bekatul juga merupakan sumber serat pangan yang baik untuk memperlancar pencernaan. Kemampuan serat pangan adalah mengikat asam empedu yang nantinya keluar bersama dengan tinja.
Bila konsumsi serat pangan terus menerus, asam empedu yang keluar bersama feses juga makin banyak. Inilah yang memacu perubahan kolesterol menjadi asam empedu yang berdampak pada menurunnya kadar kolesterol.

2. Metabolisme Lemak
Pecahan lemak bekatul terbukti dapat menurunkan jumlah lemak darah, baik pada manusia atau hewan.

3. Membuat Pencernaan Jadi Sehat
Bekatul yang kaya serat pangan (dietary fiber) akan memperlancar proses pencernaan.

4. Baik Dikonsumsi Penderita Diabetes
Seperti yang kita ketahui, kandungan serat pangan pada bekatul sangat baik bagi penderita diabetes. Dianjurkan untuk dijadikan pola makan harian. Saat konsumsi pertama kali biasanya menimbulkan diare, tetapi tak usah khawatir.

5. Mengatasi Pengapuran Pembuluh Darah
Vitamin B15 memiliki struktur kimia Glucono-dimethy-lamino-acetic-acid . Kandungan vitamin ini pun dapat mengatasi pengapuran pembuluh darah.

6. Baik Untuk Penderita Autis
Pagamic acid yang biasa kita kenal dengan vitamin B15 terkandung dalam bekatul, baik itu bekatul beras, bekatul gandum, havermut, maupun jagung. Pada sebuah studi, bila kita rutin memberikan pagamic acid 50-100 mg sehari tiga kali, bisa menyembuhkan penderita autis.

7. Melawan Radikal Bebas dan Kanker
Radikal bebas bisa menyebabkan penuaan dini. Kandungan
manfaat antioksidan dalam bekatul bermanfaat untuk melawan radikal bebas yang ada di tubuh kita. Selain itu, bekatul yang kaya vitamin E (tokoferol dan tokotrienol) dapat memerangi radikal bebas yang juga penyebab kanker. Tokotrienol sangat susah ditemukan, namun sangat banyak dan hanya dalam bekatul bisa kita temukan.

8. Mengatasi Otot Pegal
Kembali pada kandungan vitamin B15, apabila konsumsi vitamin tersebut sesuai dosisnya, maka akan mencukupi kebutuhan oksigen bagi otot tubuh kita. Menimbunnya asam laktat dalam tubuh menyebabkan pegal-pegal. Vitamin B15 dapat menetralkan asam laktat.

9. Kesehatan Jantung
Kandungan manfaat vitamin B, yakni vitamin B15 pada bekatul berguna sebagai pembentuk asam amino tertentu yang dapat mengatasi kurangnya oksigen di otot, termasuk otot jantung.

10. Memperbaiki Fungsi Hati
Vitamin B15 pada bekatul pun dapat mengobati penyakit hati. Negara yang banyak mengkonsumsi bekatul untuk beragam penyakit, salah satunya adalah Rusia.

11. Mengatasi Beri-Beri
Vitamin B1 yang banyak terkandung dalam bekatul ini ampuh untuk pengobatan beri-beri. Terbukti pada hewan (ayam) yang banyak makan beras yang digiling namun masih mengandung bekatul, jarang sekali ditemukan tanda beri-beri.

12. Gangguan Saraf
Vitamin B1 dan B2 pada bekatul bermanfaat untuk mencegah nyeri saraf.

13. Asma
Makan bekatul setiap hari secara rutin, baik bagi penderita asma. Karena asmanya akan jarang kambuh. Namun, ketika berhenti konsumsi bekatul asmanya dapat kambuh lagi. Vitamin B15 yang ada di bekatul dapat memancing pembentukan zat anti asma.

13. Ramah di tubuh
Bekatul tidak mengandung bahan berbahaya seperti pewarna, pemanis, maupun pengawet, jadi sangat aman dikonsumsi.

14. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Seperti yang sudah dibahas, kekebalan tubuh berkaitan erat dengan antioksidan. Bekatul memiliki kandungan antioksidan luar biasa (super antioksidan) yang tentunya jika dikonsumsi secara benar dan teratur akan mendukung kekebalan tubuh kita.

Tips Konsumsi Bekatul
Masyarakat pedesaan jaman dulu menggunakan lesung untuk menumbuk padi, sehingga bekatulnya masih menempel di bulir beras. Nasi yang masih terdapat kandungan bekatul tersebut mereka konsumsi setiap hari. Jadi tidak heran kalau orang desa jaman dahulu tahan terhadap berbagai penyakit, dan staminanya tangguh. Bekatul pun banyak dipakai untuk makanan selingan (makanan tambahan) seperti pepes atau ditambah ke bubur.
Berikut ini cara konsumsi bekatul yang sehat :
1. Obesitas (kegemukan) : sehari tiga kali, dua sendok makan penuh (munjung) gunakan gula rendah kalori.
2. Makanan pendamping obat dokter. Bagi yang sedang dalam perawatan (pengobatan) boleh konsumsi bekatul dengan tetap makan obat dari dokter. Makanlah bekatul sehari dua kali sebanyak satu sendok makan (30 gram). Yaitu pagi satu sendok dan sore hari satu sendok.
3. Stamina tubuh : sehari satu sendok makan (30 gram), seduh dengan segelas air panas.
Campuran Bekatul dalam Masakan :
Bekatul dapat ditambahkan dengan tepung terigu untuk meningkatkan kadar serat pangannya. Campuran ini sangat baik untuk pembuatan roti manis, roti kering, bolu kukus, kulit dadar gulung, dan makanan lain yang menggunakan terigu.
Bekatul dapat dicampurkan dalam tepung beras yang akan diolah menjadi beragam makanan lezat seperti kue cucur.
Bekatul pun bisa dicampurkan ke dalam sup, bubur kacang hijau, susu cokelat, santan kelapa.
Efek Samping Makan Bekatul
1. Dapat menyebabkan diare saat pertama kali mengkonsumsinya.
2. Terkadang susah buang air besar jika terlalu banyak memakannya (kasus yang jarang) karena itu perbanyak buah-buahan dan sayuran.
3. Hati-hati bagi penderita maag, makan bekatul langsung banyak bisa menyebabkan mual. Makanlah bekatul encer atau ditambah dengan makanan lainnya (misal : agar-agar, sup, bubur). Jika konsumsinya benar, maag bisa mereda.
Namun seiiring perkembangan jaman, masyarakat desa sekarang tidak lagi memakai lesung untuk menumbuk padi. Sudah ada alat penggilingan padi yang lebih praktis, cepat, dan murah. Proses penggilingan tidak akan menyisakan bekatul di bulir padi.

Iklan

Bee Venom solusi untuk semua penyakit

Bee Venom atau Apitoxin atau Racun Lebah berbentuk cairan bening yang terdiri dari berbagai unsur protein. Dalam satu sengatan lebah rata-rata tidak lebih dari 0.1 mg bee venom yang disuntikan oleh lebah.
Komponen utama racun lebah adalah MELITTIN sekitar 52% dari peptida racun lebah.melitin merupakan anti inflamasi yang kuat yang juga memicu pembentukan cortisol dari dalam tubuh.
Apamin meningkatkan produksi kortisol apada kelanjar adrenalin. Apamin merupakan racun syaraf yang lemah.
Adolapin, tersusun dari 2-5% peptida, yang bertindak sebagai anti-inflamatory dan analgesik karena kemampuannya mem-blok cyclooygenase.
Phospolipase A2, tersusun dari 10-12% peptida dan merupakan komponen racun lebah yang peling merusak. Ini merupakan enzim dengan kemampuan mengurai ikatan phospholipid pada dinding membran sel. Enzim ini pun menyebabkan menurunnya tekanan darah dan menghambat pembekuan darah. phospholipase A2 juga mengaktifkan asam arakidonat yang dihasilkan dalam siklus-cyclooxygenase untuk membentuk prostaglandin. Prostaglandin mengatur respon pradangan dalam tubuh. Sedangkan racun tawon mengandung phospholipase A1.
Hyalurodinase tersusun dari 1-3% peptida melebarkan kapiler menyebabkan penyebaran peradangan.
Histamin yang terdiri 0,5-2% peptida dan terlibat dalam respon alergi.
Dopamin dan noradrenalin yang terdiri 1-2% peptida memberikan peningkatan denyut nadi.
Protease-Inhibitor tersusun dari 2% peptida bertindak sebagai zat anti-inflamatory dan menghentikan pendarahan.
Tertiapin, juga merupakan komponen Racun Lebah.
Apa itu Bee Venom?
Bee Venom merupakan enzim dengan komposisi kopleks, protein dan asam amino. Berbentuk cairan bening tak berwarna, dengan rasa manis dan sedikit pahit. Bee Venom merupakan senyawa yang larut dalam air, tidak larut dalam alkohol dan amonium sulfat. Jika terjadi kontak dengan udara, maka akan terbentuk kristal buram atau kelabu-putih.
Apa Kandungan Bee Venom?
Bee Venom bersifat hemorrhagic (menstimulasi aliran darah lebih kuat), berbeda dari racun ular (viper), yang merupakan
koagulan. Selain berisi: apamine, melittin, fosfolipase, hyaluronidase, yang memiliki tindakan menentang menghambat sistem saraf, dan merangsang jantung dan kelenjar adrenal, Bee Venom juga mengandung zat mineral, asam organik volatil, asam format, asam klorida , asam orto-fosfat. Juga mengandung beberapa antibiotik, enzim fosfolipase A, serta dua asam jenis amino yang kaya akan
sulfur metionin dan sistin . Belerang merupakan unsur utama dalam mendorong pelepasan cortisol dari kelenjar adrenal yang melindungi tubuh terhadap infeksi.
Bagaimana cara kerjanya?
Terapis Bee Venom akan menyengatkan racun lebah pada titik-titik tertentu di permukaan tubuh. Pasien diuji sensitivitas-nya pada saat terpi pertama, dengan cara menyuntikannya. Untuk kasus tertentu Bee Venom akan lebih efektif dalam bentuk ekstrak yang dikemas bersama bee pollen, propolis dan bee wax dalam bentuk kapsul.
Bagaimana bentuk Bee Venom bisa digunakan untuk mengobati?
Bee Venom mensimulasikan pelepasan cortisone (kortisol) dan karena itu efektif dalam pengobatan penyakit rematik, terutama arthritis dan multiple sclerosis (MS). Hal ini dapat diterapkan secara langsung atau dengan suntikan intramuskular dan oral.
Pengobatan lain, seperti elektroterapi, terapi hormon, dapat membantu untuk menghilangkan deformasi periarticular, meningkatkan gerakan sendi dan meningkatkan keadaan umum organisme. Dua produk yang dikembangkan di Bucharest, berbentuk salep dan obat gosok yang keduanya telah digunakan dengan sukses dalam beberapa kasus polyarthritis arthritis. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan sakit pada otot, sakit siatik, nyeri saraf, neuromialgias dan nyeri saraf interkostal dan bronkial.
Penelitian dan metode menggunakan Bee Venom
Beberapa pasien yang menderita flebitis dan tromboflebitis melihat peningkatan suhu kulit mereka dengan perubahan dalam sirkulasi darah. Namun, hasil yang baik ditunjukkan dalam semua kasus saraf siatik (sciatic nerve) , dan untuk nyeri saraf artikularis. Dalam penerapannya pada inflamasi saraf kronis hasilnya juga sangat baik, dengan menghentikan rasa sakit dan penyembuhan rasa sakit dalam gerakan.
Ketika dikombinasikan dengan terapi oral, seperti terapi vitamin, efek analgesik yang baik diperoleh pada pasien ketergantungan cortisone penderita polyarthritis arthritis. Bee Venom diterapkan selama 4 -5 hari, diikuti oleh 2 – 3 hari istirahat. Pengobatan ini kemudian kembali dimulai lagi. Dengan menggunakan metode ini tidak ada efek samping yang dilaporkan.
Penggunaan Venom topikal memberikan efek jangka panjang dan menawarkan manfaat yang signifikan dalam kondisi arthritis dan rheumatoid.
Source
Abstracts from The XXIXth International Congress of Apiculture of Apimondia, Bucharest, 1983
Elena Palos; Filofteia Popescu; Use of Bee Venom in Antirheumatic Drugs. (Romania)
Terapi Sengat Lebah
Racun Lebah memiliki tradisi dan sejarah yang panjang sebagai obat tradisional untuk mengatasi arthritis dan penyakit degeneratif lainnya. Seperti dalam banyak kasus pengobatan tradisional alami yang telah digunakan selama ribuan tahun di seluruh dunia, racun lebah mengandung senyawa aktif yang mempunyai sifat terapeutik. Banyaknya zat bioaktif dalam racun lebah juga bermanfaat, walaupun baru sedikit yang diketahui, senyawa obat alami mengandung zat aktif yang bersifat terapeutik. Sama seperti berbagai tanaman yang memberikan beberapa obat farmasi berharga.
Racun lebah digunakan oleh para terapis yang terlatih dalam bentuk sengatan lebah langsung atau varian dari itu, atau dengan suntikan ekstrak Venom. Dalam beberapa penelitian, termasuk penelitian yang dilakukan oleh Andrew Kochan MD, terapi racun lebah berhasil mengobati penyakit yang mana obat-oabatan konvensional hanya dapat membantu sebagian saja. Racun lebah memiliki sifat analgesik dan
immuno-modulatory kuat yang membantu mengurangi inflamasi dan meningkatkan proses penyembuhan. Racun Lebah juga mengandung senyawa anti-inflamasi termasuk
melittin dan adolapin .
Peneliti kedokteran di Rusia melaporkan bahwa racun lebah membantu mengembalikan fungsi normal sistem endokrin pada manusia. Penelitian lain mengungkapkan bahwa melittin merangsang sistem endokrin untuk memproduksi
kortisol, sebagaimana kortison yang dimiliki oleh tubuh, sebagai zat anti-inflamasi. Melittin adalah peptida yang lebih kuat daripada hidrokortison dalam menurunkan peradangan. Melittin tidak memberikan efek samping yang serius ketika berikatan dengan hidrokortison. Sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis dan Rematik November 2004 meneliti mekanisme anti-inflamasi dari Melittin. Daftar manfaat terapi racun lebah terus bertambah, baik dari manfaat terapeutik dan kemanannya secara keseluruhan dan telah menjadi salah satu terapi komplementer paling luar biasa saat ini untuk mengurangi rasa sakit.
studi awal menunjukkan bahwa racun lebah dapat memperbaiki gejala:
* Rheumatoid Arthitis
* Asam urat
* Osteoarthritis
* Radang kandung lendir
* Tendonitis
* Post neuralgia herpes
* Nyeri atau keloid bekas luka
* Multiple Sclerosis
* Fibromyalgia
* Sindrom kelelahan kronis
Bagaimana Bee Venom Terapi digunakan?
Bee Venom Therapi merupakan bentuk paling khusus dari Apitherapy sehingga membutuhkan keahlian seorang praktisi terampil yang terlatih. Setiap proses pengobatan selalu dimulai dengan pengujian pasien terhadap alergi. Tindakan ini akan memberikan informasi yang berharga berkenaan kondisi pasien terhadap Racun Lebah. Meskipun kasus Alergi cukup langka dan hanya terjadi di satu dari setiap 100 orang dalam populasi umum. Perlakuan dengan menggunakan Racun Lebah cukup dilakukan 2 kali dalam satu minggu dan pasien biasanya mengalami beberapa perbaikan dalam dua sampai tiga pengobatan. Perlakuan yang berbeda dikembangkan untuk kondisi yang spesifik berbeda; perlakuan ini kemudian disesuaikan dengan pasien tertentu. Pasien yang menerima terapi racun lebah juga diberi rencana gizi yang sesuai dan dirancang untuk membantu mendukung sistem kekebalan tubuh mereka.
( Andrew Kochan, MD , 08/06)
Sedangkan Mihaly Simics menuturkan :
Terapi racun Lebah adalah bagian dari Terapi lebah yang memanfaatkan racun lebah dalam perawatan kesehatan. Terapi lebah meliputi penggunaan produk sarang lebah, termasuk madu, polen, propolis, royal jelly, racun lebah. Ini telah digunakan sejak zaman kuno untuk mengobati radang sendi, rematik, sakit punggung, penyakit kulit dan di era modern ini sebagai terapi alternatif untuk mengobati
multiple sclerosis, penyakit Lyme dan sindrom kelelahan kronis . Racun lebah berasal dari sengatan lebah madu yang menggunakannya untuk membela koloni lebah.
Racun lebah merupakan sumber yang kaya enzim, peptida, dan amina biogenik. Setidaknya ada 18 komponen aktif dalam racun yang memiliki beberapa kandungan obat. Mekanisme pengaruh racun tidak sepenuhnya ditahui. Para ilmuwan percaya bahwa racun lebah dapat memodifikasi cara sistem fungsi kekebalan dalam tubuh dan memberikan kontribusi terhadap meningkatkan produksi kortisol.
Secara tradisional, racun lebah diberikan dengan lebah hidup dengan mendorong mereka untuk menyengat di daerah sakit, titik pemicu atau titik akupunktur. Racun lebah paling efektif dari lebah hidup pada akhir musim semi ke musim awal musim gugur ketika lebah mendapatkan serbuk sari yang baik untuk menghasilkan racun yang kuat. Racun lebah selama periode musim dingin kurang kuat. Di samping efek dari lebah hidup, Larutan Venom dibuat dari racun lebah murni (Apis Venenum Purum ) atau lebah jenis lainnya dan digunakan untuk pengobatan homeopati . Hal ini diberikan intradermally hanya antara lapisan kulit atau subkutan di bawah kulit untuk meniru pengaruh sengatan lebah. Setiap suntikan setara dengan atau kurang dari isi kantung racun rata-rata lebah madu. Racun lebah juga digunakan secara topikal dalam krim, liniments dan salep.
Terapi racun lebah dipraktekkan oleh praktisi kesehatan dan apitherapists. Ada perlakuan prosedural yang harus diikuti.
1. Secara umum, terapi dimulai dengan penentuan apakah pasien alergi terhadap bisa dengan pemberian sejumlah kecil racun intradermally.
2. Jika tidak ada reaksi alergi berkembang dalam waktu tertentu, terapi ini dilanjutkan dengan pemberian sengat lebah atau suntikan. Terapi ini dilakukan setiap hari (tiga kali seminggu) dengan berangsur-angsur menambah jumlah sengat lebah atau suntikan.
3. Panjang terapi ini ditentukan oleh sifat dan tingkat keparahan kondisi penyakit.
4. Buat rencana Nutrisi yang baik untuk pasien.
Ada ketidaknyamanan yang terkait dengan terapi racun lebah diantaranya rasa sakit, gatal, bengkak, inflamasi dan kemerahan. Gejala seperti kemerahan, pembengkakan dan gatal-gatal adalah efek yang diinginkan dari terapi yang menunjukkan respon pasien untuk racun. Semakin parah reaksi anafilaksis semakin cepat pemulihan. Reaksi
anafilaksis yang dapat mengancam kehidupan juga dilaporkan dari racun lebah, tapi jarang terjadi.
Literatur terapi racun lebah sangat banyak dan terdaftar lebih dari 2.000 judul. Ada pedoman dasar dari terapi yang harus diikuti. Terapi racun lebah adalah sebuah bentuk penyembuhan alternatif. Di tangan seorang praktisi berpengalaman adalah aman dan dapat digunakan bahkan ketika pasien tidak menerima metode pengobatan konvensional.
Layanan ATErapi Lebah
Richmond, BC
Kanada

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Sebagian orang malas membaca Al Quran padahal di dalam terdapat petunjuk untuk hidup di dunia.
Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca Al Quran padahal di dalamnya terdapat pahala yang besar.
Sebagian orang merasa tidak sanggup belajar Al Quran karena sulit katanya, padahal membacanya sangat mudah dan sangat mendatangkan kebaikan. Mari perhatikan hal-hal berikut:

Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi

{ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺘْﻠُﻮﻥَ ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺃَﻗَﺎﻣُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺳِﺮًّﺍ ﻭَﻋَﻠَﺎﻧِﻴَﺔً ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﺗِﺠَﺎﺭَﺓً ﻟَﻦْ ﺗَﺒُﻮﺭَ ‏( 29 ‏) ﻟِﻴُﻮَﻓِّﻴَﻬُﻢْ ﺃُﺟُﻮﺭَﻫُﻢْ ﻭَﻳَﺰِﻳﺪَﻫُﻢْ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺷَﻜُﻮﺭٌ ‏( 30 )}

“ Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. ” (QS. Fathir: 29-30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
ﻗﺎﻝ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻛﺎﻥ ﻣُﻄَﺮﻑ، ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﺇﺫﺍ ﻗﺮﺃ ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻳﻘﻮﻝ : ﻫﺬﻩ ﺁﻳﺔ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀ .
“Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).
Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah berkata,
ﺃﻱ : ﻳﺴﺘﻤﺮّﻭﻥ ﻋﻠﻰ ﺗﻼﻭﺗﻪ ، ﻭﻳﺪﺍﻭﻣﻮﻧﻬﺎ .
“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir ).

Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran?
1. Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦَ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺣَﺮْﻓًﺎ ﻣِﻦْ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﻪُ ﺑِﻪِ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻭَﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﺑِﻌَﺸْﺮِ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﻻَ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﺍﻟﻢ ﺣﺮْﻑٌ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺃَﻟِﻒٌ ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻻَﻡٌ ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻣِﻴﻢٌ ﺣَﺮْﻑٌ ».“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan ﺍﻟﻢ satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf. ” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469) ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ : ﺗَﻌَﻠَّﻤُﻮﺍ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ، ﻓَﺈِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺆْﺟَﺮُﻭﻥَ ﺑِﺘِﻼَﻭَﺗِﻪِ ﺑِﻜُﻞِّ ﺣَﺮْﻑٍ ﻋَﺸْﺮَ ﺣَﺴَﻨَﺎﺕٍ ، ﺃَﻣَﺎ ﺇِﻧِّﻰ ﻻَ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﺏِ ﺍﻟﻢ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺑِﺄَﻟِﻒٍ ﻭَﻻَﻡٍ ﻭَﻣِﻴﻢٍ ﺑِﻜُﻞِّ ﺣَﺮْﻑٍ ﻋَﺸْﺮُ ﺣَﺴَﻨَﺎﺕٍ.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “ Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk ﺍﻟﻢ , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan. ” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).
Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘ Aja m (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak.

2. Kebaikan akan menghapuskan kesalahan.{ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ ﻳُﺬْﻫِﺒْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ { ‏[ ﻫﻮﺩ : 114 ]“ Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. ” (QS. Hud: 114)

3. Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah. ﻋﻦْ ﺗَﻤِﻴﻢٍ ﺍﻟﺪَّﺍﺭِﻯِّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺑِﻤِﺎﺋَﺔِ ﺁﻳَﺔٍ ﻓِﻰ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻛُﺘِﺐَ ﻟَﻪُ ﻗُﻨُﻮﺕُ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ »“Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam. ” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab
Shahih Al Jami’ , no. 6468).

4. Bacaan Al Quran akan bertambah agung dan mulia jika terjadi di dalam shalat. ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﺃَﻳُﺤِﺐُّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺟَﻊَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻪِ ﺃَﻥْ ﻳَﺠِﺪَ ﻓِﻴﻪِ ﺛَﻼَﺙَ ﺧَﻠِﻔَﺎﺕٍ ﻋِﻈَﺎﻡٍ ﺳِﻤَﺎﻥٍ ﻗُﻠْﻨَﺎ ﻧَﻌَﻢْ . ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻓَﺜَﻼَﺙُ ﺁﻳَﺎﺕٍ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺑِﻬِﻦَّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓِﻰ ﺻَﻼَﺗِﻪِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺛَﻼَﺙِ ﺧَﻠِﻔَﺎﺕٍ ﻋِﻈَﺎﻡٍ ﺳِﻤَﺎﻥٍ“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar. ” (HR. Muslim).

Membaca Al Quran bagaimanapun akan mendatangkan kebaikan

ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﺍﻟْﻤَﺎﻫِﺮُ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮَﺓِ ﺍﻟْﻜِﺮَﺍﻡِ ﺍﻟْﺒَﺮَﺭَﺓِ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻳَﺘَﺘَﻌْﺘَﻊُ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺷَﺎﻕٌّ ﻟَﻪُ ﺃَﺟْﺮَﺍﻥِ ».
“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at

ﻋَﻦْ ﺃَﺑﻲ ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺎﻫِﻠِﻰُّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳَﻘُﻮﻝُ ‏« ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺄْﺗِﻰ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺷَﻔِﻴﻌًﺎ ﻷَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ …
“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya ” (HR. Muslim).
Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang memotivasi seseorang untuk memperbanyak bacaan Al Quran terutama di bulan membaca Al Quran.
Dan pada tulisan kali ini hanya menyebutkan sebagian kecil keutamaan dari membaca Al Quran bukan untuk menyebutkan seluruh keutamaannya.
Dan ternyata generasi yang diridhai Allah itu, adalah mereka orang-orang yang giat dan semangat membaca Al Quran bahkan mereka mempunyai jadwal tersendiri untuk baca Al Quran.
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻣُﻮﺳَﻰ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ‏« ﺇِﻧِّﻰ ﻷَﻋْﺮِﻑُ ﺃَﺻْﻮَﺍﺕَ ﺭُﻓْﻘَﺔِ ﺍﻷَﺷْﻌَﺮِﻳِّﻴﻦَ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺃَﻋْﺮِﻑُ ﻣَﻨَﺎﺯِﻟَﻬُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﻮَﺍﺗِﻬِﻢْ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖُ ﻟَﻢْ ﺃَﺭَ ﻣَﻨَﺎﺯِﻟَﻬُﻢْ ﺣِﻴﻦَ ﻧَﺰَﻟُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ …».
“Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan Al Quran, jika mereka memasuki waktu malam dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca Al Quran pada waktu malam, meskipun sebenarnya aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika mereka berdiam (disana) pada siang hari… ” (HR. Muslim).
MasyaAllah, coba kita bandingkan dengan diri kita apakah yang kita pegang ketika malam hari, sebagian ada yang memegang remote televisi menonton program-program yang terkadang bukan hanya tidak bermanfaat tetapi mengandung dosa dan maksiat, apalagi di dalam bulan Ramadhan.
Dan jikalau riwayat di bawah ini shahih tentunya juga akan menjadi dalil penguat, bahwa kebiasan generasi yang diridhai Allah yaitu para shahabat radhiyallahu ‘anhum ketika malam hari senantiasa mereka membaca Al Quran. Tetapi riwayat di bawah ini sebagian ulama hadits ada yang melemahkannya.
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﻌْﺐٌ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﻧَﺠِﺪُ ﻣَﻜْﺘُﻮﺑﺎً : ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻻَ ﻓَﻆٌّ ﻭَﻻَ ﻏَﻠِﻴﻆٌ ، ﻭَﻻَ ﺻَﺨَّﺎﺏٌ ﺑِﺎﻷَﺳْﻮَﺍﻕِ ، ﻭَﻻَ ﻳَﺠْﺰِﻯ ﺑِﺎﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ، ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻌْﻔُﻮ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ، ﻭَﺃُﻣَّﺘُﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤَّﺎﺩُﻭﻥَ ، ﻳُﻜَﺒِّﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻧَﺠْﺪٍ ، ﻭَﻳَﺤْﻤَﺪُﻭﻧَﻪُ ﻓِﻰ ﻛُﻞِّ ﻣَﻨْﺰِﻟَﺔٍ ، ﻳَﺘَﺄَﺯَّﺭُﻭﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﺼَﺎﻓِﻬِﻢْ ، ﻭَﻳَﺘَﻮَﺿَّﺌُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻃْﺮَﺍﻓِﻬِﻢْ ، ﻣُﻨَﺎﺩِﻳﻬِﻢْ ﻳُﻨَﺎﺩِﻯ ﻓِﻰ ﺟَﻮِّ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ، ﺻَﻔُّﻬُﻢْ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻘِﺘَﺎﻝِ ﻭَﺻَﻔُّﻬُﻢْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺳَﻮَﺍﺀٌ ، ﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺩَﻭِﻯٌّ ﻛَﺪَﻭِﻯِّ ﺍﻟﻨَّﺤْﻞِ ، ﻣَﻮْﻟِﺪُﻩُ ﺑِﻤَﻜَّﺔَ ، ﻭَﻣُﻬَﺎﺟِﺮُﻩُ ﺑِﻄَﻴْﺒَﺔَ ، ﻭَﻣُﻠْﻜُﻪُ ﺑِﺎﻟﺸَّﺎﻡِ .
“Abu Shalih berkata: “Ka’ab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kami dapati tertulis (di dalam kitab suci lain): “Muhammad adalah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, tidak kasar, tidak pemarah, tidak berteriak di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan akan tetapi memaafkan dan mengampuni, dan umat (para shahabat)nya adalah orang-orang yang selalu memuji Allah, membesarkan Allah ‘Azza wa Jalla atas setiap perkara, memuji-Nya pada setiap kedudukan, batas pakaian mereka pada setengah betis mereka, berwudhu sampai ujung-ujung anggota tubuh mereka, yang mengumandangkan adzan mengumandangkan di tempat atas, shaf mereka di dalam pertempuran dan di dalam shalat sama (ratanya), mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam, tempat kelahiran beliau adalah Mekkah, tempat hijranya adalah Thayyibah (Madinah) dan kerajaannya di Syam.”
Maksud dari “ mereka memiliki suara dengungan seperti dengungannya lebah pada waktu malam ” adalah:
ﺃﻱ ﺻﻮﺕ ﺧﻔﻲ ﺑﺎﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻭﺍﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻭﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻛﺪﻭﻱ ﺍﻟﻨﺤﻞ
“Suara yang lirih berupa ucapan tasbih (Subhanallah), tahlil (Laa Ilaaha Illallah), dan bacaan Al Quran seperti dengungannya lebah”. (Lihat kitab Mirqat Al Mafatih Syarh Misykat Al Mashabih).

Salah satu ibadah paling agung adalah membaca Al Quran

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ : ﺿَﻤِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻤَﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺃَﻥْ ﻻَ ﻳَﻀِﻞَّ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ، ﻭَﻻَ ﻳَﺸْﻘَﻰ ﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ، ﺛُﻢَّ ﺗَﻼَ } ﻓَﻤَﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﻫُﺪَﺍﻱَ ﻓَﻼَ ﻳَﻀِﻞُّ ﻭَﻻَ ﻳَﺸْﻘَﻰ }.
“Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Allah telah menjamin bagi siapa yang mengikuti Al Quran, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat:
{ ﻓَﻤَﻦَ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﻫُﺪَﺍﻱَ ﻓَﻼَ ﻳَﻀِﻞُّ ﻭَﻻَ ﻳَﺸْﻘَﻰ }
“Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka”. (QS. Thaha: 123) (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).
ﻋَﻦْ ﺧَﺒَّﺎﺏِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺄَﺭَﺕِّ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺗَﻘَﺮَّﺏْ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖَ، ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻧَّﻚَ ﻟَﻦْ ﺗَﺘَﻘَﺮَّﺏَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﻛَﻠَﺎﻣِﻪِ “.
“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ، ﺃﻧﻪ ﻗَﺎﻝَ : ” ﻣَﻦْ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻌْﻠَﻢَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ، ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ “.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.” (Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi).
ﻭﻗﺎﻝ ﻭﻫﻴﺐ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : “ ﻧﻈﺮﻧﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻋﻆ ﻓﻠﻢ ﻧﺠﺪ ﺷﻴﺌًﺎ ﺃﺭﻕ ﻟﻠﻘﻠﻮﺏ ﻭﻻ ﺃﺷﺪ ﺍﺳﺘﺠﻼﺑًﺎ ﻟﻠﺤﺰﻥ ﻣﻦ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺗﻔﻬﻤﻪ ﻭﺗﺪﺑﺮﻩ ”.
“Berkata Wuhaib rahimahullah : “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan Al Quran, memahami dan mentadabburinya”.

Hadits-Hadits Tentang Keutamaan Membaca Al-qu’an Hadits-Hadist Tentang Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an. Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana dalam firman-Nya :
) ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁَﻥُ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ ‏( ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : ١٨٥
“bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” [Al-Baqarah : 185]
Di antara amal ibadah yang sangat ditekankan untuk diperbanyak pada bulan Ramadhan adalah membaca (tilawah) Al-Qur`anul Karim. Banyak sekali hadits-hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Al-Qur`an. Di antaranya :
1. Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
« ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺄْﺗِﻰ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺷَﻔِﻴﻌًﺎ ﻷَﺻْﺤَﺎﺑِﻪ »
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an dengan bentuk perintah yang bersifat mutlak. Sehingga membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat, Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah kepada orang yang rajin membacanya.
Faidah (Pelajaran) yang diambil dari hadits :
1. Dorongan dan motivasi untuk memperbanyak membaca Al-Qur`an. Jangan sampai terlupakan darinya karena aktivitas-aktivitas lainnya.
2. Allah jadikan Al-Qur`an memberikan syafa’at kepada orang-orang yang senantiasa rajin membacanya dan mengamalkannya ketika di dunia.
2. Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
bersabda :
« … ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ ﺍﻟﺰَّﻫْﺮَﺍﻭَﻳْﻦِ : ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓَ ﻭَﺳُﻮﺭَﺓَ ﺁﻝِ ﻋِﻤْﺮَﺍﻥَ؛ ﻓَﺈِﻧَّﻬُﻤَﺎ ﺗَﺄْﺗِﻴَﺎﻥِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻛَﺄَﻧَّﻬُﻤَﺎ ﻏَﻤَﺎﻣَﺘَﺎﻥِ ﺃَﻭْ ﻛَﺄَﻧَّﻬُﻤَﺎ ﻏَﻴَﺎﻳَﺘَﺎﻥِ ﺃَﻭْ ﻛَﺄَﻧَّﻬُﻤَﺎ ﻓِﺮْﻗَﺎﻥِ ﻣِﻦْ ﻃَﻴْﺮٍ ﺻَﻮَﺍﻑَّ ﺗُﺤَﺎﺟَّﺎﻥِ ﻋَﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻬِﻤَﺎ، ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ ﺳُﻮﺭَﺓَ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺧْﺬَﻫَﺎ ﺑَﺮَﻛَﺔٌ ﻭَﺗَﺮْﻛَﻬَﺎ ﺣَﺴْﺮَﺓٌ ﻭَﻻَ ﺗَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻬَﺎ ﺍﻟْﺒَﻄَﻠَﺔُ ».
“Bacalah oleh kalian dua bunga, yaitu surat Al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan keduanya dua awan besar atau dua kelompok besar dari burung yang akan membela orang-orang yang senantiasa rajin membacanya. Bacalah oleh kalian surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan sihir tidak akan mampu menghadapinya.” [HR. Muslim 804]
3. Dari shahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
« ﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺎﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﺑِﻪِ ﺗَﻘْﺪُﻣُﻪُ ﺳُﻮﺭَﺓُ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮَﺓِ ﻭَﺁﻝُ ﻋِﻤْﺮَﺍﻥَ ﺗُﺤَﺎﺟَّﺎﻥِ ﻋَﻦْ ﺻَﺎﺣِﺒِﻬِﻤَﺎ ».
“Akan didatangkan Al-Qur`an pada Hari Kiamat kelak dan orang yang rajin membacanya dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al-Baqarah dan surat Ali ‘Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 805]
Pada hadits ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberitakan bahwa surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran akan membela orang-orang yang rajin membacanya. Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mempersyaratkan dalam hadits ini dengan dua hal, yaitu :
– Membaca Al-Qur`an, dan
– Beramal dengannya.
Karena orang yang membaca Al-Qur`an ada dua type :
– type orang yang membacanya namun tidak beramal dengannya, tidak mengimani berita-berita Al-Qur`an, tidak mengamalkan hukum-hukumnya. Sehingga Al-Qur`an menjadi hujjah yang membantah mereka.
– Type lainnya adalah orang-orang yang membacanya dan mengimani berita-berita Al-Qur`an, membenarkannya, dan mengamalkan hukum-hukumnya, … sehingga Al-Qur`an menjadi hujjah yang membela mereka.
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺣﺠﺔ ﻟﻚ ﺃﻭ ﻋﻠﻴﻚ
“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” [HR. Muslim]
Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa tujuan terpenting diturunkannya Al-Qur`an adalah untuk diamalkan. Hal ini diperkuat oleh firman Allah subhanahu wata’ala :
( ﻛﺘﺎﺏ ﺃﻧﺰﻟﻨﺎﻩ ﺇﻟﻴﻚ ﻣﺒﺎﺭﻙ ﻟﻴﺪﺑﺮﻭﺍ ﺁﻳﺎﺗﻪ ﻭﻟﻴﺘﺬﻛﺮ ﺃﻭﻟﻮﺍ ﺍﻷﻟﺒﺎﺏ )
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Shad : 29]
“supaya mereka mentadabburi”, yakni agar mereka berupaya memahami makna-maknanya dan beramal dengannya. Tidak mungkin bisa beramal dengannya kecuali setelah
tadabbur. Dengan tadabbur akan menghasilkan ilmu, sedangkan amal merupakan buah dari ilmu.
Jadi inilah tujuan diturunkannya Al-Qur`an :
– untuk dibaca dan di tadabburi maknanya
– diimani segala beritanya
– diamalkan segala hukumnya
– direalisasikan segala perintahnya
– dijauhi segala larangannya
Faidah (Pelajaran) yang diambil dari hadits :
1. Al-Qur`an sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya dan beramal dengannya.
2. Ilmu mengharuskan adanya amal. Kalau tidak maka ilmu tersebut akan menjadi hujjah yang membantahnya pada hari Kiamat.
3. Keutamaan membaca surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran
4. Penamaan surat-surat dalam Al-Qur`an bersifat
tauqifiyyah.
4. Dari shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
bersabda :
(( ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ ‏) ‏) ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ .
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]
Orang yang terbaik adalah yang terkumpul padanya dua sifat tersebut, yaitu : mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya. Ia mempelajari Al-Qur`an dari gurunya, kemudian ia mengajarkan Al-Qur`an tersebut kepada orang lain. Mempelajari dan mengajarkannya di sini mencakup mempelajari dan mengajarkan lafazh-lafazh Al-Qur`an; dan mencakup juga mempelajari dan mengajarkan makna-makna Al-Qur`an.
5. Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
(( ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻫُﻮَ ﻣَﺎﻫِﺮٌ ﺑِﻪِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮَﺓِ ﺍﻟﻜِﺮَﺍﻡِ ﺍﻟﺒَﺮَﺭَﺓِ، ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻳَﺘَﺘَﻌْﺘَﻊُ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺷَﺎﻕٌّ ﻟَﻪُ ﺃﺟْﺮَﺍﻥِ ‏) ‏) ﻣﺘﻔﻖٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
“Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244 ]
Orang yang mahir membaca Al-Qur`an adalah orang yang bagus dan tepat bacaannya.
Adapun orang yang tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala : pertama, pahala tilawah , dan kedua, pahala atas kecapaian dan kesulitan yang ia alami.
6. Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
(( ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻷُﺗْﺮُﺟَّﺔِ : ﺭِﻳﺤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ، ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟﺘَّﻤْﺮَﺓِ : ﻻَ ﺭِﻳﺢَ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﺣُﻠْﻮٌ ، ﻭَﻣَﺜﻞُ ﺍﻟﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥَ ﻛَﻤَﺜﻞِ ﺍﻟﺮَّﻳﺤﺎﻧَﺔِ : ﺭﻳﺤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻣُﺮٌّ ، ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻛَﻤَﺜﻞِ ﺍﻟﺤَﻨْﻈَﻠَﺔِ : ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻬَﺎ ﺭِﻳﺢٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻣُﺮٌّ ‏) ‏) ﻣﺘﻔﻖٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ .
“Perumpaan seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mu`min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis.
Perumpamaan seorang munafiq namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpaan seorang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” [Al-Bukhari 5427, Muslim 797 ]
Seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Al-Atrujah, yaitu buah yang aromanya wangi dan rasanya enak. Karena seorang mu`min itu jiwanya bagus, qalbunya juga baik, dan ia bisa memberikan kebaikan kepada orang lain. Duduk bersamanya terdapat kebaikan. Maka seorang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an adalah baik seluruhnya, baik pada dzatnya dan baik untuk orang lain. Dia seperti buah Al-Atrujah, aromanya wangi dan harum, rasanya pun enak dan lezat.
Adapun seorang mu’min yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah kurma. Rasanya enak namun tidak memiliki aroma yang wangi dan harum. Jadi seorang mu’min yang rajin membaca Al-Qur`an jauh lebih utama dibanding yang tidak membaca Al-Qur`an. Tidak membaca Al-Qur`an artinya tidak mengerti bagaimana membaca Al-Qur`an, dan tidak pula berupaya untuk mempelajarinya.
Perumpamaan seorang munafiq, namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Karena orang munafiq itu pada dzatnya jelek, tidak ada kebaikan padanya. Munafiq adalah : orang yang menampakkan dirinya sebagai muslim namun hatinya kafir –wal’iyya dzubillah-. Kaum munafiq inilah yang Allah nyatakan dalam firman-Nya :
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” [Al-Baqarah : 8 – 10]
Didapati orang-orang munafiq yang mampu membaca Al-Qur`an dengan bacaan yang bagus dan tartil . Namun mereka hakekatnya adalah para munafiq –wal’iyyadzubillah-
yang kondisi mereka ketika membaca Al-Qur`an adalah seperti yang digambarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam :
ﻳﻘﺮﺅﻭﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻻ ﻳﺘﺠﺎﻭﺯ ﺣﻨﺎﺟﺮﻫﻢ
“Mereka rajin membaca Al-Qur`an, namun bacaan Al-Qur`an mereka tidak melewati kerongkongan mereka.”
Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengumpamakan mereka dengan buah Raihanah, yang harum aromanya, karena mereka terlihat rajin membaca Al-Qur`an; namun buah tersebut pahit rasanya, karena jelek dan jahatnya jiwa mereka serta rusaknya niat mereka.
Adapun orang munafiq yang tidak rajin membaca Al-Qur`an, maka diumpamakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam seperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan tidak memiliki aroma wangi. Inilah munafiq yang tidak memiliki kebaikan sama sekali. Tidak memiliki aroma wangi, karena memang ia tidak bisa membaca Al-Qur`an, disamping dzat dan jiwanya adalah dzat dan jiwa yang jelek dan jahat.
Inilah jenis-jenis manusia terkait dengan Al-Qur`an. Maka hendaknya engkau berusaha agar menjadi orang mu`min yang rajin membaca Al-Qur`an dengan sebenar-benar bacaan, sehingga engkau seperti buah Al-Atrujah, aromanya wangi, rasanya pun enak.
7. Dari shahabat ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
(( ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺮْﻓَﻊُ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟﻜِﺘَﺎﺏِ ﺃﻗْﻮَﺍﻣﺎً ﻭَﻳَﻀَﻊُ ﺑِﻪِ ﺁﺧﺮِﻳﻦَ ‏) ‏) ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ .
“Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.” [HR. Muslim 269]

​Sifat Shalat Nabi

Kapan Menurunkan Jari Telunjuk Saat Tasyahud?

KAPAN menurunkan jari telunjuk yang digunakan untuk berisyarat saat tasyahud? Dalam kitab sunan disebutkan riwayat dari Ibnu ‘Umar, ia berkata,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺟَﻠَﺲَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻭَﺿَﻊَ ﻳَﺪَﻩُ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻛْﺒَﺘِﻪِ ﻭَﺭَﻓَﻊَ ﺇِﺻْﺒَﻌَﻪُ ﺍﻟَّﺘِﻰ ﺗَﻠِﻰ ﺍﻹِﺑْﻬَﺎﻡَ ﺍﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻳَﺪُﻩُ ﺍﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻛْﺒَﺘِﻪِ ﺑَﺎﺳِﻄَﻬَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

“Ketika duduk dalam shalat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangan kanannya di paha kanannya, lalu beliau mengangkat jari di samping jari jempol (yaitu jari telunjuk tangan kanan) dan beliau berdoa dengannya. Sedangkan tangan kiri dibentangkan di paha kirinya.” (HR. Tirmidzi no. 294).

Imam Syafi’i menegaskan bahwa berisyarat dengan jari telunjuk dihukumi sunnah sebagaimana didukung dari berbagai hadits. (Lihat Al Majmu’ , 3: 301).

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (5: 73-74), “Berisyarat dengan jari telunjuk dimulai dari ucapan “illallah” dari ucapan syahadat. Berisyarat dilakukan dengan jari tangan kanan, bukan yang lainnya. Jika jari tersebut terpotong atau sakit, maka tidak digunakan jari lain untuk berisyarat, tidak dengan jari tangan kanan yang lain, tidak pula dengan jari tangan kiri. Disunnahkan agar pandangan tidak lewat dari isyarat jari tadi karena ada hadits shahih yang disebutkan dalam Sunan Abi Daud yang menerangkan hal tersebut. Isyarat tersebut dengan mengarah kiblat. Isyarat tersebut untuk menunjukkan tauhid dan ikhlas.”

Dalam Al Majmu’ (3: 301), Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dari semua ucapan dan sisi pandang tersebut dapat disimpulkan bahwa disunnahkan mengisyaratkan jari telunjuk tangan kanan, lalu mengangkatnya ketika sampai huruf hamzah dari ucapannya (laa ilaaha illalllahu) …”

Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa isyarat jari itu ada ketika penafian dalam kalimat tasyahud, yaitu pada kata “laa”. Ketika sampai pada kalimat penetapan (itsbat) yaitu “Allah”, maka jari tersebut diletakkan kembali.

Ulama Malikiyah berisyarat dari awal hingga akhir tasyahud. Ulama Hambali berisyarat ketika menyebut nama jalalah “Allah”. (Lihat Shifat Shalat Nabi karya Syaikh Abdul ‘Aziz Ath Thorifi, hal. 141).

Pada hadits Ibnu ‘Umar di atas pada lafazh hadits “lalu beliau mengangkat jari di samping jari jempol (yaitu jari telunjuk tangan kanan) dan beliau berdoa dengannya”, berdasarkan hal itu mengangkat telunjuk dimulai ketika berdo’a dalam tasyahud. Adapun lafazh doa dimulai dari dua kalimat syahadat. Karena di dalamnya terdapat pengakuan dan penetapan kemahaesaan Allah. Hal itu penyebab suatu doa lebih berpeluang dikabulkan. Selanjutnya mengucapkan inti do’anya “allahumma shalli ‘ala Muhammad …” hingga akhir tasyahuddan sampai akhir salam. Adapun awal tasyahud “attahiyyatulillah …” sampai ucapan “wa ‘ala ‘ibadillahish shalihin” bukanlah termasuk do’a, namun itu adalah bentuk memuji Allah dan do’a keselamatan bagi hamba-Nya.

Adapun masalah kapan selesainya berisyarat dengan telunjuk, para sahabat yang meriwayatkan mengangkat jari telunjuk, tidaklah menyebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menurunkannya di bagian tertentu sebelum selesainya salam, sehingga disimpulkan bahwa mengangkat jari telunjuk itu terus sampai selesai salam, terlebih lagi akhir tasyahud semuanya adalah do’a .

Imam Ar Ramli Asy Syafi’i rahimahullah berkata, “ Jari telunjuk diangkat saat ucapan “illallah”, yaitu mulai mengangkatnya ketika pengucapan hamzah untuk mengikuti riwayat Imam Muslim dalam masalah tersebut. Hal itu nampak jelas menunjukkan bahwa jari telunjuk tetap diangkat sampai sesaat sebelum berdiri ke raka’at ketiga, pada tasyahud awal atau sampai salam pada tasyahud akhir. Adapun yang dibahas sekolompok orang zaman sekarang tentang mengembalikannya, maka ini menyelisihi riwayat yang ada.” (Lihat Nihayatul Muhtaj , 1: 522).

Dari sini dapat disimpulkan bahwa mengangkat jari saat tasyahud dimulai sejak syahadatain (pada kalimat illallah) lalu diturunkan ketika akan bagkit ke raka’at ketiga untuk tasyahud awal atau sampai salam untuk tasyahud akhir. Semoga bermanfaat dan moga bisa diamalkan. []

Referensi:

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, Lulusan S1 di Teknik Kimia UGM Yogyakarta dan S2 Polymer Engineering di King Saud University Riyadh.

– Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab lisy Syairozi, Yahya bin Syarf An Nawawi, tahqiq: Muhammad Najib Al Muthi’i, terbitan Dar ‘Alamil Kutub, cetakan kedua, tahun 1427 H.

– Shifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Marzuq Ath Thorifi, terbitan Maktabah Darul Minhaj, cetakan ketiga, tahun 1433 H.

http://www.rumaysho.com

Hadits-Hadits Sahih Riba

Merusak Kehormatan Seorang Muslim Tanpa Hak Juga Termasuk Riba

ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺯَﻳْﺪٍﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﻣِﻦْ ﺃَﺭْﺑَﻰ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻄَﺎﻟَﺔُ ﻓِﻲ ﻋِﺮْﺽِ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣَﻖٍّ ﻭَﺇِﻥَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻢَ ﺷِﺠْﻨَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻓَﻤَﻦْ ﻗَﻄَﻌَﻬَﺎ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ

Dari Sa’id bin Zaid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya riba yang paling buruk adalah merusak kehormatan seorang muslim tanpa hak, dan sesungguhnya rahim dijalinkan oleh Ar Rahman, barangsiapa yang memutuskannya niscaya Allah mengharamkan baginya syurga.” (Ahmad, bab Musnad Said bin Zaid, no 1564)

Al-Bani mengatakan hadits tersebut sahih[1]

Azab Riba Selain Di Akhirat Juga Di Dunia

ﻣَﺎ ﻇَﻬَﺮَ ﻓِﻲ ﻗَﻮْﻡٍ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻭَﺍﻟﺰِّﻧَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﺣَﻠُّﻮﺍ ﺑِﺄَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﻋِﻘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ

“Tidaklah nampak pada suatu kaum riba dan perzinaan melainkan mereka telah menghalalkan bagi mereka mendapatkan siksa Allah Azza wa Jalla. (Ahmad, Musnad Ibn Masu’d, no 3168)

Al-Bani dalam Sahih Jami al-Shagir mengatakan bahwa hadits tersebut hasan[2]

Selain diriwayatkan oleh Ahmad, hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Abu Ya’la. Al-Haitsami mengatakan bahwa riwayat Abu Ya’la tersebut sanadnya sangat baik.[3]

Laknat Atas Pemakan, Wakil, Saksi Dan Penulis Riba

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﺑْﻦُ ﻳُﻮﻧُﺲَ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺯُﻫَﻴْﺮٌ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺳِﻤَﺎﻙٌ، ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﻌَﻦَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺁﻛِﻞَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ، ﻭَﻣُﺆْﻛِﻠَﻪُ ﻭَﺷَﺎﻫِﺪَﻩُ ﻭَﻛَﺎﺗِﺒَﻪُ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Simak, telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, dari ayahnya, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang makan riba, orang yang memberi makan riba, saksinya dan penulisnya.(HR. Abu Dawud)

Dalam sunan Abu Dawud yang ditahqiq (diteliti) oleh Syu’aib Arnaut, dkk. bahwa hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibn Majah, al-Tirmidzi, dan Ibn Hiban. Pentahqiq kitab tersebut mengatakan sanadnya hasan.[4]

ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮٍ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻌَﻦَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺁﻛِﻞَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻭَﻣُﺆْﻛِﻠَﻪُ ﻭَﻛَﺎﺗِﺒَﻪُ ﻭَﺷَﺎﻫِﺪَﻳْﻪِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻫُﻢْ ﺳَﻮَﺍﺀٌ

dari Jabir dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya.” Dia berkata, “Mereka semua sama.” (HR. Muslim)

Riba Termasuk Dosa Besar

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﺴَّﺒْﻊَ ﺍﻟْﻤُﻮﺑِﻘَﺎﺕِ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻫُﻦَّ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺴِّﺤْﺮُ ﻭَﻗَﺘْﻞُ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺃَﻛْﻞُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻭَﺃَﻛْﻞُ ﻣَﺎﻝِ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢِ ﻭَﺍﻟﺘَّﻮَﻟِّﻲ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺰَّﺣْﻒِ ﻭَﻗَﺬْﻑُ ﺍﻟْﻤُﺤْﺼَﻨَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﺍﻟْﻐَﺎﻓِﻠَﺎﺕِ

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah itu? Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, memakan riba, makan harta anak yatim, kabur dari medan peperangan dan menuduh seorang wanita mu’min yang suci berbuat zina”. (Bukhari, Bab Ramyul Muhsanat, No. 6351)

Riba Menghancurkan Ekonomi

ﻋﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺎ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺎﻗِﺒَﺔُ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﺇِﻟَﻰ ﻗِﻠَّﺔٍ

Dari Ibnu Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidaklah seseorang yang memperbanyak riba, melainkan akhir perkaranya akan merugi (Ibn Majah, bab Taglidh fir riba, no 2270).

Menurut Abu al-Abbas al-Bushari bahwa hadits tersebut sanadnya sahih, selain diriwayatkan oleh Ibn Majah juga diriwayatkan oleh Ahmad dan Hakim[5]. Al-Bani mengatakan haditsnya sahih[6]

Azab Riba Di Akherat

ﻋَﻦْ ﺳَﻤُﺮَﺓَ ﺑْﻦِ ﺟُﻨْﺪُﺏٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻠَﺔَ ﺭَﺟُﻠَﻴْﻦِ ﺃَﺗَﻴَﺎﻧِﻲ ﻓَﺄَﺧْﺮَﺟَﺎﻧِﻲ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺭْﺽٍ ﻣُﻘَﺪَّﺳَﺔٍ ﻓَﺎﻧْﻄَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺗَﻴْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﻬَﺮٍ ﻣِﻦْ ﺩَﻡٍ ﻓِﻴﻪِ ﺭَﺟُﻞٌ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﻭَﺳَﻂِ ﺍﻟﻨَّﻬَﺮِ ﺭَﺟُﻞٌ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﺣِﺠَﺎﺭَﺓٌ ﻓَﺄَﻗْﺒَﻞَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﻬَﺮِ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺃَﻥْ ﻳَﺨْﺮُﺝَ ﺭَﻣَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺑِﺤَﺠَﺮٍ ﻓِﻲ ﻓِﻴﻪِ ﻓَﺮَﺩَّﻩُ ﺣَﻴْﺚُ ﻛَﺎﻥَ ﻓَﺠَﻌَﻞَ ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﺟَﺎﺀَ ﻟِﻴَﺨْﺮُﺝَ ﺭَﻣَﻰ ﻓِﻲ ﻓِﻴﻪِ ﺑِﺤَﺠَﺮٍ ﻓَﻴَﺮْﺟِﻊُ ﻛَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻣَﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭَﺃَﻳْﺘَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﻬَﺮِ ﺁﻛِﻞُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ

Dari Samrah bin Jundub radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada suatu malam aku bermimpi dua orang menemuiku lalu keduanya membawa aku keluar menuju tanah suci. Kemudian kami berangkat hingga tiba di suatu sungai yang airnya dari darah. Disana ada seorang yang berdiri di tengah sungai dan satu orang lagi berada (di tepinya) memegang batu. Maka laki-laki yang berada di tengah sungai menghampirinya dan setiap kali dia hendak keluar dari sungai maka laki-laki yang memegang batu melemparnya dengan batu kearah mulutnya hingga dia kembali ke tempatnya semula di tengah sungai dan terjadilah seterusnya yang setiap dia hendak keluar dari sungai, akan dilempar dengan batu sehingga kembali ke tempatnya semula. Aku bertanya: “Apa maksudnya ini?” Maka orang yang aku lihat dalam mimpiku itu berkata: “Orang yang kamu lihat dalam sungai adalah pemakan riba’”. (Bukhari, bab akilur riba wa syahidaih wa katibaih, no 1943)

Haramnya Menghalalkan Riba

ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻋَﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَﻗَﺎﻝَ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﻧَﻔْﺲُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻟَﻴَﺒِﻴﺘَﻦَّ ﻧَﺎﺱٌ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺷَﺮٍ ﻭَﺑَﻄَﺮٍ ﻭَﻟَﻌِﺐٍ ﻭَﻟَﻬْﻮٍ ﻓَﻴُﺼْﺒِﺤُﻮﺍ ﻗِﺮَﺩَﺓً ﻭَﺧَﻨَﺎﺯِﻳﺮَ ﺑِﺎﺳْﺘِﺤْﻠَﺎﻟِﻬِﻢْ ﺍﻟْﻤَﺤَﺎﺭِﻡَ ﻭَﺍﻟْﻘَﻴْﻨَﺎﺕِ ﻭَﺷُﺮْﺑِﻬِﻢْ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮَ ﻭَﺃَﻛْﻠِﻬِﻢْ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻭَﻟُﺒْﺴِﻬِﻢْ ﺍﻟْﺤَﺮِﻳﺮَ

Dari Ibnu ‘Abbas dari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Demi jiwa yang Muhammad berada ditanganNya, sungguh beberapa orang dari ummatku bermalam dengan bersuka ria, menyalahgunakan nikmat dan bermain-main, di pagi harinya mereka menjadi kera dan babi karena mereka menghalalkan yang haram, nyanyian, minum khamer, makan riba dan mengenakan sutera.” (Ahmad, bab Musnad Ibn Abbas, 21725 )

Al-Bani dalam silsilah mengatakan bagi hadits ini ada syawahid yang saling menguatkan maka haditsnya hasan[7]

Riba Itu Bukan Hanya Pada Utang Piutang

ﻋﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – ﻗَﺎﻝَ : “ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺑَﺎﺑًﺎ

dari Abdullah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu.”(Ibn Majah)

al-Bushairi mengatakan sanadnya sahih[8]. al-Bani dalam sahih jami al-shagir mengatakan haditsnya sahih[9]

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺣُﻮﺑًﺎ ﺃَﻳْﺴَﺮُﻫَﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﻜِﺢَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺃُﻣَّﻪُ

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Riba itu mempunyai tujuh puluh tingkatan, yang paling ringan adalah seperti seseorang yang berzina dengan ibunya.” (HR Ibn Majah, Bab Taghlid Fir riba, no 2265)

Menurut al-Bushairi hadits ini dhaif[10]. Dalam sunan Ibn Majah yang ditahqiq oleh Syuaib Arnaut, dkk. dikatakan hadits ini dhaif[11]. Sedangkan al-Bani dalam sahih al-jami al-shagir mengatakan sahih[12]

Riba lebih buruk dari 36 kali zina

ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﺣَﻨْﻈَﻠَﺔَ ﻏَﺴِﻴﻞِ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔِ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺩِﺭْﻫَﻢٌ ﺭِﺑًﺎ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻪُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺃَﺷَﺪُّ ﻣِﻦْ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻭَﺛَﻠَﺎﺛِﻴﻦَ ﺯَﻧْﻴَﺔً

dari ‘Abdullah bin Hanzhalah, yang dimandikan oleh para malaikat, ia berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Satu dirham hasil riba yang dimakan seseorang sementara ia mengetahuinya, itu lebih buruk dari tigapuluh kali berzina.” (HR. Ahmad)

al-Haitsami mengatakan hadits tersebut diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Thabrani dan perawi Ahmad adalah perawi sahih.[13] Menurut al-Bani hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Daraqutni dan Ibn Syakir beliau mengatakan haditsnya sahih[14].

Hadits-hadits dhaif tentang riba

ﻉْﻥَ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺯَﻣَﺎﻥٌ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻗِﻴﻞَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛُﻠُّﻬُﻢْ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺄْﻛُﻠْﻪُ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻧَﺎﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﻏُﺒَﺎﺭِﻩِ

Dari Abu Hurairah. dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu masa di mana saat itu mereka akan memakan riba, ” Abu Hurairah berkata; maka timbullah pertanyaan kepada beliau; “Apakah semua manusia melakukannya?” Beliau menjawab: “Yang tidak makan di antara mereka akan mendapatkan debunya.(Ahmad, Abu dawud, Nasai dan Ibn Majah)

Dalam sunan Ibn Majah yang ditahqiq oleh Syuaib Arnaut, dkk. bahwa hadits tersebut sanadnya lemah[15]. Al-Bani mengatakan bahwa hadits tersebut dhaif[16]

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺃُﺳْﺮِﻱَ ﺑِﻲ ﻟَﻤَّﺎ ﺍﻧْﺘَﻬَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻌَﺔِ ﻓَﻨَﻈَﺮْﺕُ ﻓَﻮْﻕَ ﻗَﺎﻝَ ﻋَﻔَّﺎﻥُ ﻓَﻮْﻗِﻲ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﻧَﺎ ﺑِﺮَﻋْﺪٍ ﻭَﺑَﺮْﻕٍ ﻭَﺻَﻮَﺍﻋِﻖَ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺄَﺗَﻴْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﺑُﻄُﻮﻧُﻬُﻢْ ﻛَﺎﻟْﺒُﻴُﻮﺕِ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴَّﺎﺕُ ﺗُﺮَﻯ ﻣِﻦْ ﺧَﺎﺭِﺝِ ﺑُﻄُﻮﻧِﻬِﻢْ ﻗُﻠْﺖُ ﻣَﻦْ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﻳَﺎ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻗَﺎﻝَ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺃَﻛَﻠَﺔُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺰَﻟْﺖُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻧَﻈَﺮْﺕُ ﺃَﺳْﻔَﻞَ ﻣِﻨِّﻲ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﻧَﺎ ﺑِﺮَﻫْﺞٍ ﻭَﺩُﺧَﺎﻥٍ ﻭَﺃَﺻْﻮَﺍﺕٍ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻣَﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻳَﺎ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻗَﺎﻝَ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ ﻳَﺤُﻮﻣُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻋْﻴُﻦِ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﺍ ﻓِﻲ ﻣَﻠَﻜُﻮﺕِ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻟَﻮْﻟَﺎ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﺮَﺃَﻭْﺍ ﺍﻟْﻌَﺠَﺎﺋِﺐَ

Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Pada malam aku diisra`kan, ketika aku sampai di langit yang ke tujuh aku melihat ke atas, -‘Affan menyebutkan; “ke atasku, – dan ternyata aku sedang berada di antara guruh dan kilatan petir, ” beliau bersabda: “Lalu aku mendatangi suatu kaum yang perut mereka seperti sarang ular sehingga bisa dilihat dari luar perutnya, aku berkata; ‘Siapa mereka wahai Jibril? ‘ Jibril berkata; ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan riba.’ Dan ketika aku turun ke langit dunia, aku melihat di bawahku dan ternyata aku berada di antara debu, asap dan suara, maka aku berkata; ‘Apa ini wahai Jibril? ‘ Jibril berkata; ‘Ini adalah setan-setan yang menghalangi pandangan mata anak cucu Adam sehingga mereka tidak bisa memikirkan tentang kerajaan langit dan bumi, sekiranya bukan karena itu sungguh mereka akan menyaksikan keajaiban-keajaiban.’” (Ahmad, Musnad Abu Hurairah, no 8286)

Al-haitsami mengtakan hadits ini diriwayatkan oleh Ibn Majah dan Ahmad pada sanadnya ada Ali bin Zaid kebanyakan menganggap ia lemah.[17] Al-Bani dalam Dhaif Jami al-Shagir mendaifkannya[18] dalam Musnad Ahmad yang di tahqiq oleh Syu’ab Arnaut. dkk. haditsnya dikatakan dhaif[19]

ﻋﻦْ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻌَﺎﺹِ ﻗَﺎﻝَﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻡٍ ﻳَﻈْﻬَﺮُ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃُﺧِﺬُﻭﺍ ﺑِﺎﻟﺴَّﻨَﺔِ ﻭَﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻡٍ ﻳَﻈْﻬَﺮُ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺍﻟﺮُّﺷَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃُﺧِﺬُﻭﺍ ﺑِﺎﻟﺮُّﻋْﺐِ

Dari Amru bin Ash ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah riba merajalela pada suatu kaum kecuali akan ditimpa paceklik. Dan tidaklah budaya suap merajalela pada suatu kaum kecuali akan ditimpakan kepada mereka ketakutan.” (Ahmad, Musnad Amer bin Ash, 17155)

Al- Bani dalam silsilah ahadits dhaifah mengatakah hadits ini dhaif[20] dalam musnad ahmad yang di tahqiq oleh Syu’ab Arnaut. dkk. haditsnya dikatakan dhaif[21]

ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺰَّﺍﻫِﺪُ، ﺛﻨﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺇِﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞَ ﺍﻟﺴُّﻠَﻤِﻲُّ، ﺛﻨﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﺄُﻭَﻳْﺴِﻲُّ، ﺛﻨﺎ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺑْﻦُ ﺧُﺜَﻴْﻢِ ﺑْﻦِ ﻋِﺮَﺍﻙِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻋَﻦْ ﺟَﺪِّﻩِ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ” ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔٌ ﺣَﻖٌّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﻳُﺪْﺧِﻠَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺬِﻳﻘَﻬُﻢْ ﻧَﻌِﻴﻤَﻬَﺎ : ﻣُﺪْﻣِﻦُ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ، ﻭَﺁﻛِﻞُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ، ﻭَﺁﻛِﻞُ ﻣَﺎﻝِ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢِ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣَﻖٍّ، ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻕُّ ﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻪِ ‏« ﻫَﺬَﺍ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺻَﺤِﻴﺢُ ﺍﻟْﺈِﺳْﻨَﺎﺩِ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﺨَﺮِّﺟَﺎﻩُ ﻭَﻗَﺪِ ﺍﺗَّﻔَﻘَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺧُﺜَﻴْﻢٍ ‏»

ﺍﻟﺘﻌﻠﻴﻖ – ﻣﻦ ﺗﻠﺨﻴﺺ ﺍﻟﺬﻫﺒﻲ – 2260 – ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺑﻦ ﺧﺜﻴﻢ ﺑﻦ ﻋﺮﺍﻙ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﻣﺘﺮﻭﻙ

Dari Abu Hurairah ia berkata : telah bersabda Rasulllah saw: empat orang hak atas Allah bahwa ia tidak akan memasukan mereka kesurga dan tidak akan merasakan nikmatnya, 1. Peminum khomer 2. Pemakan riba 3. Pemakan harta yatim tanpa hak 4. Dan yang durhaka pada kedua orang tua. (Hakim, al-Mustadrak ala sahihain, jil. 2 hlm. 43, no 260 menurutnya sanadnya sahih, sedangkan ad-Dzahabi mengatakan bahwa Khutsaim bin Arak menurut imam Nasai adalah matruk (ditinggalkan).

Al-Bani dalam Dhaif Jami al-Shagir melemahkan hadits ini[22]

Kesimpulan.

Riba termasuk dosa besar, bahaya dan dosanya ditimpakan bukan hanya dia akherat tapi juga di dunia, riba menghancurkan ekonomi, masyarakat bahkan negara.

[1] Al-Haitsami, Majma Al-Zawaid Wa Manba’a Al-Fawaid,

(Kairo: Maktabah al-Qudsi,1994, Jil. 1), hlm. 439

[2] Muhammad Nashiruddin al-Bani, Sahih al-Jami al-Shagir,

(Beirut: al-Maktab al-Islami, Jil.2), hlm. 985

[3] Al-Haitsami, Majma Al-Zawaid Wa Manba’a Al-Fawaid,

(Kairo: Maktabah al-Qudsi,1994, Jil. 4), hlm. 118

[4] Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, (Riyadh: Dar al-Risalah, 2009, Jil. 5), hlm. 222

[5] Abu al-Abbas al-Bushairi, Misbah al-Zujah, (Beirut: Dar al-arabiyyah, 1403, Jil. 3), hlm. 53

[6] Muhammad Nashiruddin al-Bani, Sahih al-Jami al-Shagir,

(Beirut: al-Maktab al-Islami, Jil.2), hlm.968

[7] Muhammad Nasiruddin al-Bani, Silsilat al-Ahadits al-Sahihah, (Riyad: Maktabah al-Maarif, 1996, Jil. 4), hlm. 173

[8] Abu al-Abbas al-Bushairi, Misbah al-Zujah, (Beirut: Dar al-arabiyyah, 1403, Jil. 3), hlm. 34

[9] Muhammad Nashiruddin al-Bani, Sahih al-Jami al-Shagir, Jil. 1hlm. 663

[10] Abu al-Abbas al-Bushairi, Misbah al-Zujah, (Beirut: Dar al-arabiyyah, 1403, Jil. 3), hlm. 34

[11]Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, (Riyadh: Dar al-Risalah, 2009, Jil. 3), hlm. 337

[12]Muhammad Nashiruddin al-Bani, Sahih al-Jami al-Shagir,

jil. 1hlm. 664

[13] Al-Haitsami, Majma Al-Zawaid Wa Manba’a Al-Fawaid,

(Kairo: Maktabah al-Qudsi,1994, Jil. 4), hlm 117

[14] Muhammad Nashiruddin al-Bani, M isykah al-Mashabih , Jil. 1 hlm. 127. 1/636

[15]Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, (Riyadh: Dar al-Risalah, 2009, Jil. 3), hlm 381

[16] Muhammad Nashiruddin al-Bani, Misykah al-Mashabih ,(Beirut: al-Maktab al-Islami, 1985, Jil 2) hlm. 857

[17]Muhammad Nasiruddin al-Bani, Dhaif Jami al-Shagir,

(Beirut: Maktab al-Islami, TT, Jil. 4) hlm. 117

[18] Muhammad Nashiruddin al-Bani, Sahih al-Jami al-Shagir, Jil 1. hlm. 21

[19] Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal (Riyadh: Muassasah ar-Risalah, 2001, Jil. 14), hlm . 286

[20] Muhammad Nasiruddin al-Bani, Silsilah Ahadits al-Dhaifah, (Riyadh: Dar al-Ma’arif, 1992, jil. 3), hlm. 382

[21] Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, Jil. 29, hlm. 356

[22]Muhammad Nasiruddin al-Bani, Dhaif Jami al-Shagir,

(Beirut: Maktab al-Islami, TT, Jil. 1) hlm. 107